alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Berulang Kali Gempa Kecil, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

PACITAN – Sesar di lepas pantai selatan Jawa terus mengalami subduksi. Kondisi itu berdampak pada peningkatan aktivitas kegempaan. BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 30 kali gempa di sekitar Pacitan. Hanya kekuatannya di bawah 5 skala Richter (SR). ‘’Kita kesulitan mendata karena mayoritas gempa berskala dibawah 5 SR,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati kemarin (3/1).

Magnitudo dan kedalaman gempa yang biasanya megguncang Pacitan bervariasi. Skala getaran yang dirasakan juga relatif kecil, yakni II hingga III MMI. Namun demikian, Dianita menegaskan musibah gempa tidak bisa terdeteksi ruang dan waktu. Sehingga, menuntut masyarakat untuk tetap waspada. ‘’Kami harapkan warga dapat memahami kapan dan ke mana harus evakuasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Wacanakan Bangun Rumah Sakit Baru

Pihaknya mencatat aktivitas kegempaan yang sempat dirasakan warga Pacitan guncangannya terakhir terjadi pada Desember 2018. Kekuatannya mencapai 4,6 SR. ‘’Ada enam aktivitas gempa yang tercatat di selatan Pacitan. Tapi, sebagian dirasakan dan tidak. Tergantung kedalaman, kekuatan, serta lokasi gempa itu sendiri,’’ terang Dianita.

Beruntung dari aktivitas gempa tektonik itu tidak ada kerusakan yang terjadi. Gempa yang mengguncang hanya membuat perabotan rumah warga bergetar. Namun demikian, kejadian itu sempat membuat warga panik. ‘’Gempa (berkekuatan) kecil. Selain itu, durasi gempa tergolong singkat. Paling lama sekitar 3 detik,’’ ungkap Dianita. (mg6/c1/her)

PACITAN – Sesar di lepas pantai selatan Jawa terus mengalami subduksi. Kondisi itu berdampak pada peningkatan aktivitas kegempaan. BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 30 kali gempa di sekitar Pacitan. Hanya kekuatannya di bawah 5 skala Richter (SR). ‘’Kita kesulitan mendata karena mayoritas gempa berskala dibawah 5 SR,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati kemarin (3/1).

Magnitudo dan kedalaman gempa yang biasanya megguncang Pacitan bervariasi. Skala getaran yang dirasakan juga relatif kecil, yakni II hingga III MMI. Namun demikian, Dianita menegaskan musibah gempa tidak bisa terdeteksi ruang dan waktu. Sehingga, menuntut masyarakat untuk tetap waspada. ‘’Kami harapkan warga dapat memahami kapan dan ke mana harus evakuasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengaspalan Jalan Srau-Watukarung Sisakan 1,7 Kilometer

Pihaknya mencatat aktivitas kegempaan yang sempat dirasakan warga Pacitan guncangannya terakhir terjadi pada Desember 2018. Kekuatannya mencapai 4,6 SR. ‘’Ada enam aktivitas gempa yang tercatat di selatan Pacitan. Tapi, sebagian dirasakan dan tidak. Tergantung kedalaman, kekuatan, serta lokasi gempa itu sendiri,’’ terang Dianita.

Beruntung dari aktivitas gempa tektonik itu tidak ada kerusakan yang terjadi. Gempa yang mengguncang hanya membuat perabotan rumah warga bergetar. Namun demikian, kejadian itu sempat membuat warga panik. ‘’Gempa (berkekuatan) kecil. Selain itu, durasi gempa tergolong singkat. Paling lama sekitar 3 detik,’’ ungkap Dianita. (mg6/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/