alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pemkab Pacitan Lakukan Appraisal PBB-P2 PLTU Sudimoro

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dorongan dewan agar Pemkab Pacitan melakukan appraisal PBB-P2 PLTU Sudimoro disambut tangan terbuka. Pemkab sepakat dilakukan penyesuaian nilai pajak terhadap BUMN yang telah berdiri 12 tahun di Pacitan tersebut.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai penyesuaian nilai pajak layak dilakukan. Appraisal diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Pacitan ke depan. Maklum, kabupaten di ujung selatan Jawa itu hanya mengandalkan hibah dari pemerintah pusat untuk menutup pengeluaran. ‘’Mudah-mudahan bisa jadi salah satu penambah PAD kita. Angkanya manut hasil appraisal saja, tentu sebanyak-banyaknya,’’ ujarnya, Selasa (4/1).

Sekda Pacitan Heru Wiwoho menilai usulan dewan menghitung ulang potensi pajak daerah itu berimplikasi positif terhadap postur pendapatan daerah ke depan. Terlebih, objek yang menjadi incaran telah berdiri sejak 12 tahun silam. Tentu jumlah aset dan bangunan semakin bertambah. ‘’Kalau bangunannya berubah, nilai asetnya juga berubah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Sudah Dua Bulan Desa Klepu Kekeringan

Pemkab berencana memulai appraisal pada Januari ini. Jadwal kegiatannya yang telah disusun bapenda disokong anggaran Rp 212 juta. Pemkab bakal menggandeng petugas appraisal dari Semarang. Penghitungan ulang itu ditarget rampung empat bulan ke depan. Setelah itu, baru dikeluarkan draf pembiayaan terbaru untuk dikenakan. ‘’Kami berusaha semaksimal mungkin. Semoga lancar dan tidak ada kendala,’’ harapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dorongan dewan agar Pemkab Pacitan melakukan appraisal PBB-P2 PLTU Sudimoro disambut tangan terbuka. Pemkab sepakat dilakukan penyesuaian nilai pajak terhadap BUMN yang telah berdiri 12 tahun di Pacitan tersebut.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai penyesuaian nilai pajak layak dilakukan. Appraisal diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Pacitan ke depan. Maklum, kabupaten di ujung selatan Jawa itu hanya mengandalkan hibah dari pemerintah pusat untuk menutup pengeluaran. ‘’Mudah-mudahan bisa jadi salah satu penambah PAD kita. Angkanya manut hasil appraisal saja, tentu sebanyak-banyaknya,’’ ujarnya, Selasa (4/1).

Sekda Pacitan Heru Wiwoho menilai usulan dewan menghitung ulang potensi pajak daerah itu berimplikasi positif terhadap postur pendapatan daerah ke depan. Terlebih, objek yang menjadi incaran telah berdiri sejak 12 tahun silam. Tentu jumlah aset dan bangunan semakin bertambah. ‘’Kalau bangunannya berubah, nilai asetnya juga berubah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Deteksi Dini Empat Kerawanan Sosial

Pemkab berencana memulai appraisal pada Januari ini. Jadwal kegiatannya yang telah disusun bapenda disokong anggaran Rp 212 juta. Pemkab bakal menggandeng petugas appraisal dari Semarang. Penghitungan ulang itu ditarget rampung empat bulan ke depan. Setelah itu, baru dikeluarkan draf pembiayaan terbaru untuk dikenakan. ‘’Kami berusaha semaksimal mungkin. Semoga lancar dan tidak ada kendala,’’ harapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/