alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Waswas Tragedi Pantai Payangan, BPBD Pacitan Larang Kegiatan Ritual di Laut

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan punya kesamaan potensi alam dengan Jember. Kabupaten ini juga dikelilingi puluhan kilometer garis pantai selatan. Mengantisipasi adanya ritual berujung maut seperti di Pantai Payangan, Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memperketat pengawasan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, saat ini pihaknya intens memonitor sejumlah pantai. Tak ingin lengah meski ritual serupa di Jember belum pernah didapati di Pacitan. ”Tak dimungkiri bahwa Pacitan juga kental dengan beberapa mitos, jadi perlu diawasi agar hal serupa (ritual, Red) tak terjadi di sini,” ujarnya, Jumat (4/3).

Memang tak mudah mencegah terjadinya ritual serupa di kabupaten yang dikelilingi 70 kilometer garis pantai selatan itu. Karenanya, dia berencana menggandeng aparat desa dan warga pesisir untuk menggiatkan pengawasan. Mereka diminta segera melapor bila sewaktu-waktu mendapati hal mencurigakan. ”Kami kumpulkan Kasi trantib dari seluruh kecamatan agar memudahkan penerusan informasi di wilayahnya masing-masing,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tanggul Darurat Sepanjang 100 Meter Sungai Grindulu

Pengawasan tak hanya difokuskan terhadap ritual membahayakan. Juga wisatawan yang tengah liburan ke pantai-pantai di Pacitan. Jangan sampai niatan pelesir wisata berubah duka akibat kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan laut. ‘’Setiap masa libur kami selalu koordinasi dengan pengelola pantai untuk membantu pengawasan. Juga selalu mengingatkan wisatawan agar tidak berenang ke tengah lautan,” tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pacitan punya kesamaan potensi alam dengan Jember. Kabupaten ini juga dikelilingi puluhan kilometer garis pantai selatan. Mengantisipasi adanya ritual berujung maut seperti di Pantai Payangan, Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memperketat pengawasan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, saat ini pihaknya intens memonitor sejumlah pantai. Tak ingin lengah meski ritual serupa di Jember belum pernah didapati di Pacitan. ”Tak dimungkiri bahwa Pacitan juga kental dengan beberapa mitos, jadi perlu diawasi agar hal serupa (ritual, Red) tak terjadi di sini,” ujarnya, Jumat (4/3).

Memang tak mudah mencegah terjadinya ritual serupa di kabupaten yang dikelilingi 70 kilometer garis pantai selatan itu. Karenanya, dia berencana menggandeng aparat desa dan warga pesisir untuk menggiatkan pengawasan. Mereka diminta segera melapor bila sewaktu-waktu mendapati hal mencurigakan. ”Kami kumpulkan Kasi trantib dari seluruh kecamatan agar memudahkan penerusan informasi di wilayahnya masing-masing,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  1.028 RTLH Dibedah, Di-Cover BSPS dan APBD

Pengawasan tak hanya difokuskan terhadap ritual membahayakan. Juga wisatawan yang tengah liburan ke pantai-pantai di Pacitan. Jangan sampai niatan pelesir wisata berubah duka akibat kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan laut. ‘’Setiap masa libur kami selalu koordinasi dengan pengelola pantai untuk membantu pengawasan. Juga selalu mengingatkan wisatawan agar tidak berenang ke tengah lautan,” tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/