alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Insentif Ribuan Guru TK dan PAUD di Pacitan Belum Cair

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib pendidik PAUD dan TK memilukan. Terlebih yang dikelola oleh lembaga pendidikan swasta. Banyak dari mereka yang belum mendapatkan dana insentif baik dari pemkab sebesar Rp 150 ribu maupun pemprov sebesar Rp 200 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto mengatakan, di kabupaten ini terdapat lebih dari 800 TK/PAUD swasta. Rata-rata setiap lembaga itu diampu oleh dua tenaga pengajar. Sayangnya, dari ribuan tenaga, baru 300-an yang telah mendapatkan insentif dari pemerintah. ‘’Ada yang dapat dari kabupaten, ada juga dari provinsi, tapi tidak keduanya,’’ ujarnya, Senin (4/4).

Belum meratanya pemberian insentif telah berlangsung menahun di Pacitan. Bahkan, tahun lalu guru TK dan PAUD sempat ngeluruk ke Gedung Dewan. Sayangnya, aspirasi mereka sulit terealisasikan. ‘’Sebenarnya Rp 150 ribu itu tidak banyak, buat beli bedak dan transpor saja kurang. Tapi, sangat berarti bagi guru TK dan PAUD,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Tulakan Harus Berjuang Sendiri Hadapi Eksekusi

Dindik berupaya mengajukan insentif susulan di tahun ini. Sembari menanti kepastian, guru TK dan PAUD hanya dapat mengandalkan pemasukan dari lembaga tempatnya mengajar. Budiyanto berharap pemerintah daerah turut andil dalam menyejahterakan para pengajar di tingkat pendidikan paling awal tersebut. ‘’Ini tugas yang berat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib pendidik PAUD dan TK memilukan. Terlebih yang dikelola oleh lembaga pendidikan swasta. Banyak dari mereka yang belum mendapatkan dana insentif baik dari pemkab sebesar Rp 150 ribu maupun pemprov sebesar Rp 200 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto mengatakan, di kabupaten ini terdapat lebih dari 800 TK/PAUD swasta. Rata-rata setiap lembaga itu diampu oleh dua tenaga pengajar. Sayangnya, dari ribuan tenaga, baru 300-an yang telah mendapatkan insentif dari pemerintah. ‘’Ada yang dapat dari kabupaten, ada juga dari provinsi, tapi tidak keduanya,’’ ujarnya, Senin (4/4).

Belum meratanya pemberian insentif telah berlangsung menahun di Pacitan. Bahkan, tahun lalu guru TK dan PAUD sempat ngeluruk ke Gedung Dewan. Sayangnya, aspirasi mereka sulit terealisasikan. ‘’Sebenarnya Rp 150 ribu itu tidak banyak, buat beli bedak dan transpor saja kurang. Tapi, sangat berarti bagi guru TK dan PAUD,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Warga Pacitan Terpapar Omicron, 26 Orang Masuk Tracing

Dindik berupaya mengajukan insentif susulan di tahun ini. Sembari menanti kepastian, guru TK dan PAUD hanya dapat mengandalkan pemasukan dari lembaga tempatnya mengajar. Budiyanto berharap pemerintah daerah turut andil dalam menyejahterakan para pengajar di tingkat pendidikan paling awal tersebut. ‘’Ini tugas yang berat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/