alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Dilarang Mudik tapi Boleh Piknik, Pemkab Pacitan Buka Kran Wisata Saat Libur Lebaran

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebijakan berbeda diberlakukan Pemkab Pacitan terkait mudik dan wisata. Di saat mudik dibatasi, sektor wisata diperlonggar. Bahkan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengaku tak ingin membeda-bedakan antara wisatawan lokal dan interlokal. Siapa pun boleh piknik selama mengikuti aturan main protokol kesehatan (prokes).

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, menilai piknik telah menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat di Pacitan. Pun, mayoritas sendi perekonomian ditopang dari sektor pelancongan. Sehingga, penutupan wisata bakal mencekik para pelaku usaha di kawasan tersebut. Mulai pedagang, ojek, pusat oleh-oleh, hingga restoran. ‘’Karena kebutuhannya untuk kita sendiri, untuk masyarakat Pacitan. Jadi, yang berkeinginan wisata, silakan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Janjikan Kartu Pas Pedagang Pasar Legi Pekan Ini

Khusus penyekatan akses perbatasan, pihaknya enggan ambil risiko. Aji tetap mengikuti aturan yang berlaku. Pemkab tetap menerima masukan baik dari satgas maupun aparat keamanan setempat. Termasuk rencana penambahan posko di tiap destinasi wisata guna mengantisipasi pelanggaran prokes. Hingga anulir kebijakan seumpama ada penegasan aturan larangan dari pemerintah pusat. ‘’Siapa pun tidak ingin korona ini berkembang. Di sisi lain, masyarakat terutama pelaku usaha di tempat wisata sangat membutuhkan ekonomi tumbuh,’’ tuturnya. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebijakan berbeda diberlakukan Pemkab Pacitan terkait mudik dan wisata. Di saat mudik dibatasi, sektor wisata diperlonggar. Bahkan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengaku tak ingin membeda-bedakan antara wisatawan lokal dan interlokal. Siapa pun boleh piknik selama mengikuti aturan main protokol kesehatan (prokes).

Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, menilai piknik telah menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat di Pacitan. Pun, mayoritas sendi perekonomian ditopang dari sektor pelancongan. Sehingga, penutupan wisata bakal mencekik para pelaku usaha di kawasan tersebut. Mulai pedagang, ojek, pusat oleh-oleh, hingga restoran. ‘’Karena kebutuhannya untuk kita sendiri, untuk masyarakat Pacitan. Jadi, yang berkeinginan wisata, silakan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Flyzoo Centil

Khusus penyekatan akses perbatasan, pihaknya enggan ambil risiko. Aji tetap mengikuti aturan yang berlaku. Pemkab tetap menerima masukan baik dari satgas maupun aparat keamanan setempat. Termasuk rencana penambahan posko di tiap destinasi wisata guna mengantisipasi pelanggaran prokes. Hingga anulir kebijakan seumpama ada penegasan aturan larangan dari pemerintah pusat. ‘’Siapa pun tidak ingin korona ini berkembang. Di sisi lain, masyarakat terutama pelaku usaha di tempat wisata sangat membutuhkan ekonomi tumbuh,’’ tuturnya. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/