alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Melanggar, Nelayan Andon Dipulangkan Paksa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Konflik antara nelayan andon dan lokal mereda. Kedua belah pihak menjalin kesepakatan soal teritorial pemakaian alat tangkap pancing angket maupun rawe di Teluk Pacitan.

Kesepakatan itu terbentuk melalui proses mediasi Selasa (3/11). Hasilnya, penggunaan alat pancing rawe dapat dilakukan di area 15 dari daratan pantai. Pun, jumlah mata kail pancing dibatasi hanya 500 buah. ‘’Pemakaian alat pancing rawe dapat dilakukan pada malam hari,’’ kata Plt Kepala Dinas Perikanan Pacitan Sumorohadi.

Dia berharap kesepakatan tersebut tidak dilanggar. Supaya masalah serupa tidak berlarut panjang. ‘’Sebagai konsekuensinya, kalau dilanggar, anak buah kapal andon kami pulangkan,’’ ujar staf ahli bupati bidang sosial, kemasyarakatan, dan SDM itu.

Baca Juga :  Dari Sekadar Iseng, Liliana Berkibar lewat Kerajinan Flanel

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pacitan Damhudi mengungkapkan, sumber persoalan antara nelayan andon dan lokal utamanya menyangkut masalah ekonomi dan pendapatan produksi ikan layur. ‘’Penggunaan dua alat pancing tersebut sebenarnya legal. Perbedaan hanya pada metode tangkap. Masalah seperti ini sebelumnya pernah terjadi beberapa tahun lalu,’’ ungkap mantan ketua KPU Pacitan tersebut. (gen/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Konflik antara nelayan andon dan lokal mereda. Kedua belah pihak menjalin kesepakatan soal teritorial pemakaian alat tangkap pancing angket maupun rawe di Teluk Pacitan.

Kesepakatan itu terbentuk melalui proses mediasi Selasa (3/11). Hasilnya, penggunaan alat pancing rawe dapat dilakukan di area 15 dari daratan pantai. Pun, jumlah mata kail pancing dibatasi hanya 500 buah. ‘’Pemakaian alat pancing rawe dapat dilakukan pada malam hari,’’ kata Plt Kepala Dinas Perikanan Pacitan Sumorohadi.

Dia berharap kesepakatan tersebut tidak dilanggar. Supaya masalah serupa tidak berlarut panjang. ‘’Sebagai konsekuensinya, kalau dilanggar, anak buah kapal andon kami pulangkan,’’ ujar staf ahli bupati bidang sosial, kemasyarakatan, dan SDM itu.

Baca Juga :  Jaringan Trouble, SMK Penerbangan Angkasa Gelar UNBK Susulan

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pacitan Damhudi mengungkapkan, sumber persoalan antara nelayan andon dan lokal utamanya menyangkut masalah ekonomi dan pendapatan produksi ikan layur. ‘’Penggunaan dua alat pancing tersebut sebenarnya legal. Perbedaan hanya pada metode tangkap. Masalah seperti ini sebelumnya pernah terjadi beberapa tahun lalu,’’ ungkap mantan ketua KPU Pacitan tersebut. (gen/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/