alexametrics
23.7 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Pohon Tumbang di Arjosari, Talut Ambrol di Nawangan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 12.00 Rabu (4/3) mengakibatkan pohon tumbang di Dusun Tenggar, Temon, Arjosari. Pohon waru itu menimpa rumah Sogimin sekitar pukul 14.00. Ruang dapur dan tiga kamar tidur rusak cukup parah. ‘’Atap dan rengnya hancur,’’ kata Sogimin.

Saat kejadian, dia tengah berada di kebun. Ketika pulang mendapati rumahnya sudah hancur. Sembari menunggu proses perbaikan, untuk sementara dia dan keluarganya terpaksa tidur di luar ruangan dengan mendirikan tenda terpal.

Sebelumnya, bencana alam juga melanda wilayah Kecamatan Nawangan. Talut sepanjang 35 meter dengan tinggi 7 meter di SDN 1 Gondang ambrol sekitar pukul 16.00, Selasa (3/3). Penyebabnya diduga guyuran hujan deras selama beberapa jam. Pun bangunan talut telah uzur.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Daryono memastikan bangunan SDN 1 Gondang tak terdampak. Sebab, lokasi talut jauh dari ruang kelas. Pun tak sampai mengganggu kegiatan belajar-mengajar (KBM). ‘’Yang longsor hanya talutnya,’’ kata Daryono kemarin (4/3), sembari menyebut kerugian materiil sekitar Rp 70 juta dan akan segera ditangani.

Baca Juga :  Pacitan PPKM Level 2, Dewan Minta Percepat Vaksinasi dan Gencar Patroli

Mengacu peta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah wilayah Pacitan berwarna merah.  Artinya, berpotensi Longsor. Khusus bulan ini masih sangat tinggi. Antara lain, di Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Bandar, Arjosari, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Punung, Kebonagung, juga sebagian Kecamatan Pacitan dan Pringkuku.

Sedangkan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah Pacitan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor diminta selalu ekstrawaspada. Pun masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu. ‘’Selalu pantau debit air sungai,’’ imbau Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati. (mg2/c1/sat)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 12.00 Rabu (4/3) mengakibatkan pohon tumbang di Dusun Tenggar, Temon, Arjosari. Pohon waru itu menimpa rumah Sogimin sekitar pukul 14.00. Ruang dapur dan tiga kamar tidur rusak cukup parah. ‘’Atap dan rengnya hancur,’’ kata Sogimin.

Saat kejadian, dia tengah berada di kebun. Ketika pulang mendapati rumahnya sudah hancur. Sembari menunggu proses perbaikan, untuk sementara dia dan keluarganya terpaksa tidur di luar ruangan dengan mendirikan tenda terpal.

Sebelumnya, bencana alam juga melanda wilayah Kecamatan Nawangan. Talut sepanjang 35 meter dengan tinggi 7 meter di SDN 1 Gondang ambrol sekitar pukul 16.00, Selasa (3/3). Penyebabnya diduga guyuran hujan deras selama beberapa jam. Pun bangunan talut telah uzur.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Daryono memastikan bangunan SDN 1 Gondang tak terdampak. Sebab, lokasi talut jauh dari ruang kelas. Pun tak sampai mengganggu kegiatan belajar-mengajar (KBM). ‘’Yang longsor hanya talutnya,’’ kata Daryono kemarin (4/3), sembari menyebut kerugian materiil sekitar Rp 70 juta dan akan segera ditangani.

Baca Juga :  Patung Tokoh Kesenian Reyog Ponorogo Menyala Waktu Malam

Mengacu peta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah wilayah Pacitan berwarna merah.  Artinya, berpotensi Longsor. Khusus bulan ini masih sangat tinggi. Antara lain, di Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Bandar, Arjosari, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Punung, Kebonagung, juga sebagian Kecamatan Pacitan dan Pringkuku.

Sedangkan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah Pacitan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor diminta selalu ekstrawaspada. Pun masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu. ‘’Selalu pantau debit air sungai,’’ imbau Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati. (mg2/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/