alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

6.000 Liter Minyak Goreng Ludes 3 Jam

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Enam ribu liter minyak goreng (migor) yang digelontor Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan kemarin (4/3) tiga jam ludes. Termasuk ratusan kardus besar yang dikhususkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Disdagnaker Sunaryo mengatakan, obral migor ini melanjutkan operasi pasar dari pemprov. Tak kurang dari 6 ribu liter disebar ke kantor disdagnaker, kantor Kecamatan Sudimoro, serta Donorojo. Ditambah 926 boks khusus UMKM di seputaran kota. ‘’Kami jual seharga Rp 13.500 per liternya,’’ ujar Sunaryo, Sabtu (5/3).

Dia meyakini operasi pasar kali ini dapat membuat masyarakat sedikit lega. Di tengah kelangkaan migor murah yang masih terus terjadi. Kebanyakan yang beredar masih dibanderol di atas harga eceran tertinggi (HET). ‘’Kami harapkan setelah ini tak ada lagi migor mahal,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pariwisata Pacitan Ancang-Ancang Sambut Liburan Besar

Sunaryo optimistis saat memasuki Ramadan komoditas migor berangsur normal. Seiring penambahan distribusi yang belakangan dilakukan pemprov dan pemkab. Sehingga, sebelum pergantian bulan, komoditas ini mudah ditemukan. ‘’Semoga nanti kami masih berkesempatan operasi pasar lagi supaya mempercepat pengentasan kelangkaan ini,’’ ucapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Enam ribu liter minyak goreng (migor) yang digelontor Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan kemarin (4/3) tiga jam ludes. Termasuk ratusan kardus besar yang dikhususkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Disdagnaker Sunaryo mengatakan, obral migor ini melanjutkan operasi pasar dari pemprov. Tak kurang dari 6 ribu liter disebar ke kantor disdagnaker, kantor Kecamatan Sudimoro, serta Donorojo. Ditambah 926 boks khusus UMKM di seputaran kota. ‘’Kami jual seharga Rp 13.500 per liternya,’’ ujar Sunaryo, Sabtu (5/3).

Dia meyakini operasi pasar kali ini dapat membuat masyarakat sedikit lega. Di tengah kelangkaan migor murah yang masih terus terjadi. Kebanyakan yang beredar masih dibanderol di atas harga eceran tertinggi (HET). ‘’Kami harapkan setelah ini tak ada lagi migor mahal,’’ tuturnya.

Baca Juga :  RSUD dr Darsono Siapkan 4 Kamar Khusus Caleg Stres

Sunaryo optimistis saat memasuki Ramadan komoditas migor berangsur normal. Seiring penambahan distribusi yang belakangan dilakukan pemprov dan pemkab. Sehingga, sebelum pergantian bulan, komoditas ini mudah ditemukan. ‘’Semoga nanti kami masih berkesempatan operasi pasar lagi supaya mempercepat pengentasan kelangkaan ini,’’ ucapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/