alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Dinkes Pacitan Jajaki Vaksinasi Malam, Dukung Wajib Booster Pemudik

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pemerintah pusat mewajibkan penggunaan vaksin booster bagi pemudik membuat tenaga kesehatan mulai singsingkan lengan. Mengantisipasi ledakan masyarakat yang berbondong-bondong ingin mendapatkan suntikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka memastikan pos vaksinasi tetap dibuka selama Ramadan. Baik di puskesmas maupun pos kesehatan tambahan lainnya. Masyarakat yang ingin mendapatkan suntikan antibodi bisa mendatanginya pada jam kerja. ‘’Kalau vaksin malam, kami lihat dulu animo dan kesiapannya seperti apa. Kita kaji dulu,’’ ujarnya, Selasa (5/4).

Hendra mengamini bahwa animo vaksinasi di Pacitan masih terbilang rendah. Khususnya dosis ketiga di seluruh sasaran suntikan. Hingga saat ini, persentase booster saja masih di bawah 10 persen. Semestinya progresnya sudah menyentuh 26 persen. ‘’Kami terus dorong masyarakat agar bersedia divaksin, baik dosis pertama, dua, maupun booster-nya,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Iseng Beternak Lebah, Mbah Pingi pun Meraup Banyak Untung

Selama Ramadan, Hendra menyarankan warga yang ingin mendapatkan suntikan agar menyiapkan diri. Saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang. Juga mengurangi aktivitas pasca mendapatkan suntikan di siang hari. Saran itu diharapkan dapat menjauhkan dari potensi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ‘’Di pos vaksin juga dipantau kesehatannya, tidak perlu takut atau bingung,’’ tuturnya.

Meski aktivitas sosial mulai dilonggarkan, Hendra mengingatkan bahwa pandemi korona belum sirna. Per kemarin (4/4), 21 kasus anyar kembali ditemukan. Itu menambah rekapitulasi kasus aktif yang sejauh ini masih dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.  ‘’Protokol kesehatan selalu dipatuhi, minimal pakai masker. Ingat, pandemi belum berakhir,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pemerintah pusat mewajibkan penggunaan vaksin booster bagi pemudik membuat tenaga kesehatan mulai singsingkan lengan. Mengantisipasi ledakan masyarakat yang berbondong-bondong ingin mendapatkan suntikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka memastikan pos vaksinasi tetap dibuka selama Ramadan. Baik di puskesmas maupun pos kesehatan tambahan lainnya. Masyarakat yang ingin mendapatkan suntikan antibodi bisa mendatanginya pada jam kerja. ‘’Kalau vaksin malam, kami lihat dulu animo dan kesiapannya seperti apa. Kita kaji dulu,’’ ujarnya, Selasa (5/4).

Hendra mengamini bahwa animo vaksinasi di Pacitan masih terbilang rendah. Khususnya dosis ketiga di seluruh sasaran suntikan. Hingga saat ini, persentase booster saja masih di bawah 10 persen. Semestinya progresnya sudah menyentuh 26 persen. ‘’Kami terus dorong masyarakat agar bersedia divaksin, baik dosis pertama, dua, maupun booster-nya,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Pemkab Pacitan Siapkan Ribuan Dosis Vaksin Sambut Wisatawan

Selama Ramadan, Hendra menyarankan warga yang ingin mendapatkan suntikan agar menyiapkan diri. Saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang. Juga mengurangi aktivitas pasca mendapatkan suntikan di siang hari. Saran itu diharapkan dapat menjauhkan dari potensi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ‘’Di pos vaksin juga dipantau kesehatannya, tidak perlu takut atau bingung,’’ tuturnya.

Meski aktivitas sosial mulai dilonggarkan, Hendra mengingatkan bahwa pandemi korona belum sirna. Per kemarin (4/4), 21 kasus anyar kembali ditemukan. Itu menambah rekapitulasi kasus aktif yang sejauh ini masih dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.  ‘’Protokol kesehatan selalu dipatuhi, minimal pakai masker. Ingat, pandemi belum berakhir,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/