alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Petani Tembakau Untung Besar, Dari Lahan 1 Hektare Hasilkan Rp 20 Juta

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kemarau panjang membawa berkah bagi petani tembakau. Pun, petani Dusun Jambu, Desa Ngadirejan, Pringkuku,  Pacitan, meraup untung besar. ‘’Untuk satu hektare, minimal Rp 20 juta dapatnya. Kualitas tembakau saat ini sedang bagus,’’ kata Suratno, salah seorang petani, Jumat (4/10).

Masa hidup tembakau kurang lebih tiga bulan. Selama itu, para petani bisa panen tiga kali. Saat ini lahan tembakau di Dusun Jambu jelang memasuki panen ketiga. ‘’Modalnya sekitar Rp 4 juta per hektare,’’ ujarnya.

Tidak adanya hujan menjadi penyebab kualitas tembakau meningkat. Di sisi lain, kondisi tersebut memiliki konsekuensi tersendiri. Minimnya air lantaran kemarau memaksa petani menggunakan air PDAM untuk irigasi. ‘’Yang paling banyak butuh air itu pas awal tanam. Habisnya air PDAM sampai lima kali lipat dibandingkan penggunaan normal sehari-hari,’’ ungkap Suratno.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Tak Tanggapi Usulan Pengeprasan Jalan Pemkab Pacitan

Agus, petani tembakau lainnya, mengakui bahwa menanam tembakau saat musim kemarau sangat menjanjikan. Dari lahan satu hektare saja bisa mengantongi untung hingga belasan juta rupiah. ‘’Itu belum termasuk tenaga serta tagihan air PDAM,’’ katanya.

Dampak positif kemarau panjang bagi petani tembakau tidak hanya meningkatnya kualitas tembakau. Matahari yang kelewat terik juga mempersingkat waktu penjemuran. Para petani hanya butuh waktu paling lama dua hari untuk menjemur daun tembakau. ‘’Para petani di sini menjual tembakau ke Ponorogo. Sudah ada kerja sama dengan perusahaan di sana,’’ ungkap Agus. (den/c1/isd)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kemarau panjang membawa berkah bagi petani tembakau. Pun, petani Dusun Jambu, Desa Ngadirejan, Pringkuku,  Pacitan, meraup untung besar. ‘’Untuk satu hektare, minimal Rp 20 juta dapatnya. Kualitas tembakau saat ini sedang bagus,’’ kata Suratno, salah seorang petani, Jumat (4/10).

Masa hidup tembakau kurang lebih tiga bulan. Selama itu, para petani bisa panen tiga kali. Saat ini lahan tembakau di Dusun Jambu jelang memasuki panen ketiga. ‘’Modalnya sekitar Rp 4 juta per hektare,’’ ujarnya.

Tidak adanya hujan menjadi penyebab kualitas tembakau meningkat. Di sisi lain, kondisi tersebut memiliki konsekuensi tersendiri. Minimnya air lantaran kemarau memaksa petani menggunakan air PDAM untuk irigasi. ‘’Yang paling banyak butuh air itu pas awal tanam. Habisnya air PDAM sampai lima kali lipat dibandingkan penggunaan normal sehari-hari,’’ ungkap Suratno.

Baca Juga :  Dua Rumah di Sirigan, Paron, Hangus Terbakar

Agus, petani tembakau lainnya, mengakui bahwa menanam tembakau saat musim kemarau sangat menjanjikan. Dari lahan satu hektare saja bisa mengantongi untung hingga belasan juta rupiah. ‘’Itu belum termasuk tenaga serta tagihan air PDAM,’’ katanya.

Dampak positif kemarau panjang bagi petani tembakau tidak hanya meningkatnya kualitas tembakau. Matahari yang kelewat terik juga mempersingkat waktu penjemuran. Para petani hanya butuh waktu paling lama dua hari untuk menjemur daun tembakau. ‘’Para petani di sini menjual tembakau ke Ponorogo. Sudah ada kerja sama dengan perusahaan di sana,’’ ungkap Agus. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/