alexametrics
27 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Bupati Pacitan Panggil Kadinsos Soal Beras BPNT Tak Layak Konsumsi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji langsung memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumorohadi untuk mengklarifikasi temuan beras tak layak konsumsi. Dengan harapan, mendudukan persoalan ini agar tak simpang siur, sekaligus memastikan tak ada kecamatan lain yang turut kebagian. ‘’Kami evaluasi dan klarifikasi langsung seperti apa kondisinya,’’ kata Aji, sapaan bupati, Kamis (6/1).

Aji tak ingin ada petugas yang bekerja melawan regulasi. Segala macam bantuan wajib tersalurkan dengan baik. Sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi warga tak mampu di masa pandemi. ‘’Masyarakat harus mendapatkan haknya. Kami pun harus bekerja sesuai regulasi yang ada,’’ tegasnya.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Pacitan Faredhi Araneta memastikan kemasan 15 kilogram mulai didistribusikan ke Donorojo hari ini (6/1). Selain mengganti yang rusak, beras-beras itu merupakan bantuan pangan nontunai (BPNT) yang sebelumnya ditahan pencairannya lantaran khawatir bermasalah. ‘’Bantuan ini dibarengkan empat kali, jadi cukup banyak. Di sana ada 2.300 penerima,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Asyiknya Ngabuburit di Atas Bukit

Penyaluran bantuan bakal berlangsung hingga Sabtu (8/1). Bagi warga yang masih mendapati beras tak layak konsumsi, diminta mendatangi e-kios di wilayahnya untuk penukaran. Termasuk, bila ada warga lain yang mendapatkan barang serupa namun tak sempat terdata. ‘’Kalau nanti masih ada lagi yang berasnya rusak, bawa ke kios. Langsung kami ganti,’’ janji Faredhi. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji langsung memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumorohadi untuk mengklarifikasi temuan beras tak layak konsumsi. Dengan harapan, mendudukan persoalan ini agar tak simpang siur, sekaligus memastikan tak ada kecamatan lain yang turut kebagian. ‘’Kami evaluasi dan klarifikasi langsung seperti apa kondisinya,’’ kata Aji, sapaan bupati, Kamis (6/1).

Aji tak ingin ada petugas yang bekerja melawan regulasi. Segala macam bantuan wajib tersalurkan dengan baik. Sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi warga tak mampu di masa pandemi. ‘’Masyarakat harus mendapatkan haknya. Kami pun harus bekerja sesuai regulasi yang ada,’’ tegasnya.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Pacitan Faredhi Araneta memastikan kemasan 15 kilogram mulai didistribusikan ke Donorojo hari ini (6/1). Selain mengganti yang rusak, beras-beras itu merupakan bantuan pangan nontunai (BPNT) yang sebelumnya ditahan pencairannya lantaran khawatir bermasalah. ‘’Bantuan ini dibarengkan empat kali, jadi cukup banyak. Di sana ada 2.300 penerima,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pak In Minta Dinkes Pacitan Beli 6 Ribu Alat Tes Cepat

Penyaluran bantuan bakal berlangsung hingga Sabtu (8/1). Bagi warga yang masih mendapati beras tak layak konsumsi, diminta mendatangi e-kios di wilayahnya untuk penukaran. Termasuk, bila ada warga lain yang mendapatkan barang serupa namun tak sempat terdata. ‘’Kalau nanti masih ada lagi yang berasnya rusak, bawa ke kios. Langsung kami ganti,’’ janji Faredhi. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/