alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Merana Belasan Tahun Tunggu Pelabuhan Gelon

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Nasib Pelabuhan Gelon mengundang tanda tanya besar. Proyek nasional pembangunan dermaga yang dicanangkan sejak 2008 itu tak kunjung menunjukkan bentuknya. Hitungan pekerjaan selama 13 tahun, baru sebatas pembukaan lahan dan merabat sebagian jalan. Padahal, proyek pelabuhan di Desa Kembang, Pacitan, itu masuk prioritas pembangunan di Jawa Timur berdasar Perpres 80/2019. ‘’Kita harus intens berkoordinasi ke pemprov (pemerintah provinsi, Red) dan pemerintah pusat, karena proyek ini didanai APBN,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono, Minggu (6/6).

Dia mendorong pemkab berani mendesak kelanjutan pembangunan Pelabuhan Gelon. Lobi politik juga perlu dilakukan. Ronny meyakini keberadaan Pelabuhan Gelon bakal mendongkrak ekonomi daerah. Belum lagi, peluang Pacitan menjadi ibu kota provinsi baru. ‘’Kalau ada pemekaran provinsi di selatan Jawa, maka Pacitan berpeluang besar jadi ibu kotanya. Karena kita punya pelabuhan,’’ jelas politikus Partai Demokrat itu.

Baca Juga :  Gathering sekaligus Baksos ala Komunitas CB Pacitan Bersatu

Keberadaan pelabuhan menjadikan Pacitan sebagai pusat perdagangan. Jasa transportasi laut juga ikut berkembang pesat. Daerah tetangga terlalu jauh menjangkau Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. ‘’Jangka panjang nanti akses lain seperti bandara dan jalur kereta bisa segera dibangun mendukung keberadaan pelabuhan,’’ terangnya.

Ronny tak memungkiri persoalan anggaran menjadi kendala tidak kunjung tuntasnya pembangunan Pelabuhan Gelon. Terlebih saat Covid-19 mewabah secara nasional. Tak pelak, ada penghematan APBN. ‘’Kalau kalah aktif menyambut anggaran dari pusat, akan kedahuluan daerah lain,’’ ungkapnya. (gen/c1/hw)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Nasib Pelabuhan Gelon mengundang tanda tanya besar. Proyek nasional pembangunan dermaga yang dicanangkan sejak 2008 itu tak kunjung menunjukkan bentuknya. Hitungan pekerjaan selama 13 tahun, baru sebatas pembukaan lahan dan merabat sebagian jalan. Padahal, proyek pelabuhan di Desa Kembang, Pacitan, itu masuk prioritas pembangunan di Jawa Timur berdasar Perpres 80/2019. ‘’Kita harus intens berkoordinasi ke pemprov (pemerintah provinsi, Red) dan pemerintah pusat, karena proyek ini didanai APBN,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono, Minggu (6/6).

Dia mendorong pemkab berani mendesak kelanjutan pembangunan Pelabuhan Gelon. Lobi politik juga perlu dilakukan. Ronny meyakini keberadaan Pelabuhan Gelon bakal mendongkrak ekonomi daerah. Belum lagi, peluang Pacitan menjadi ibu kota provinsi baru. ‘’Kalau ada pemekaran provinsi di selatan Jawa, maka Pacitan berpeluang besar jadi ibu kotanya. Karena kita punya pelabuhan,’’ jelas politikus Partai Demokrat itu.

Baca Juga :  Sakip Ngawi Berpredikat A, Ony-Antok Wujudkan Good Governance

Keberadaan pelabuhan menjadikan Pacitan sebagai pusat perdagangan. Jasa transportasi laut juga ikut berkembang pesat. Daerah tetangga terlalu jauh menjangkau Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. ‘’Jangka panjang nanti akses lain seperti bandara dan jalur kereta bisa segera dibangun mendukung keberadaan pelabuhan,’’ terangnya.

Ronny tak memungkiri persoalan anggaran menjadi kendala tidak kunjung tuntasnya pembangunan Pelabuhan Gelon. Terlebih saat Covid-19 mewabah secara nasional. Tak pelak, ada penghematan APBN. ‘’Kalau kalah aktif menyambut anggaran dari pusat, akan kedahuluan daerah lain,’’ ungkapnya. (gen/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/