alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Terowongan Tambang PT GLI Ambrol, Polisi Periksa Pekerja dan Pemilik Perusahaan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi mengusut tewasnya pekerja di terowongan maut. Insiden di lokasi tambang PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) di Desa Kluwih, Tulakan, itu sudah yang kali kedua. Kasus serupa yang juga menewaskan seorang pekerja pernah terjadi 2020 silam.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyatakan, kasus kecelakaan kerja ini bakal dijadikan atensi khusus. Pihaknya segera memeriksa saksi-saksi di lapangan dalam waktu dekat. ‘’Segera kami panggil pekerja, mandor, sampai pemilik perusahaan,’’ katanya, Rabu (6/7).

Belum dapat dipastikan berapa jumlah saksi yang akan dipanggil. Semuanya bakal dimintai keterangan satu per satu guna membikin terang benderang kasus kematian yang terulang ini. ‘’Nanti akan kami cari tahu. Kalau semua prosedur sudah dilalui, berarti murni musibah. Pekerjaan seperti itu memang berisiko,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  32.285 Jiwa Dicurigai Jadi Pemilih Siluman

Wiwit juga meminta perusahaan memberikan santunan bagi pekerja yang tertimpa reruntuhan terowongan. Baik yang terluka ringan, berat, maupun meninggal dunia. ‘’Untuk sementara waktu terowongan itu kami tutup dulu,’’ ujarnya.

Diketahui, empat pekerja tambang tertimpa reruntuhan terowongan, Senin (4/7) siang. Satu meninggal dunia, satu patah kaki, dua luka ringan. Insiden sekitar pukul 13.30 itu terjadi saat para pekerja tersebut mencangkul material tanah di bawah terowongan sepanjang 600 meter sebelum dinaikkan ke kereta lori. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi mengusut tewasnya pekerja di terowongan maut. Insiden di lokasi tambang PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) di Desa Kluwih, Tulakan, itu sudah yang kali kedua. Kasus serupa yang juga menewaskan seorang pekerja pernah terjadi 2020 silam.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyatakan, kasus kecelakaan kerja ini bakal dijadikan atensi khusus. Pihaknya segera memeriksa saksi-saksi di lapangan dalam waktu dekat. ‘’Segera kami panggil pekerja, mandor, sampai pemilik perusahaan,’’ katanya, Rabu (6/7).

Belum dapat dipastikan berapa jumlah saksi yang akan dipanggil. Semuanya bakal dimintai keterangan satu per satu guna membikin terang benderang kasus kematian yang terulang ini. ‘’Nanti akan kami cari tahu. Kalau semua prosedur sudah dilalui, berarti murni musibah. Pekerjaan seperti itu memang berisiko,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Targetkan Peningkatan Produksi Batu Bara Mencapai 663 Juta Ton

Wiwit juga meminta perusahaan memberikan santunan bagi pekerja yang tertimpa reruntuhan terowongan. Baik yang terluka ringan, berat, maupun meninggal dunia. ‘’Untuk sementara waktu terowongan itu kami tutup dulu,’’ ujarnya.

Diketahui, empat pekerja tambang tertimpa reruntuhan terowongan, Senin (4/7) siang. Satu meninggal dunia, satu patah kaki, dua luka ringan. Insiden sekitar pukul 13.30 itu terjadi saat para pekerja tersebut mencangkul material tanah di bawah terowongan sepanjang 600 meter sebelum dinaikkan ke kereta lori. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/