alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Pemkab Dampingi Pedagang Pasar Tulakan ke Kanwil BPN

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan tidak 100 persen yakin dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan ahli waris J Tasman dalam sengketa tanah Pasar Tulakan. Apalagi setelah para pedagang bersikukuh mengklaim lahan yang mereka  tempati berdagang selama puluhan  tahun itu milik negara.

Bahkan, mereka mengantongi sejumlah bukti baru. ‘’Posisi kami sama seperti pedagang, berupaya agar sertifikat itu diakui kembali sebagai milik negara,’’ kata Kabag Hukum Setdakab Pacitan Deny Cahyantoro Selasa (5/11).

Perlawanan atas putusan MA itu juga ditunjukkan para pedagang dengan menggelar kembali barang dagangan di lokasi lahan sengketa. Pun menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pacitan Senin lalu (4/11). Deny menilai wajar jika emosi pedagang memeuncak. ‘’Pedagang mengira surat tuntutan pencabutan sertifikat belum dilayangkan ke kanwil (Kantor Wilayah BPN Jatim),’’ ujarnya.

Berangkat dari amarah puluhan pedagang itu, Deny mengatakan sesuai prosedur pihaknya siap mengawal tuntutan mereka. Dia memastikan akan ada pendampingan dari pemkab untuk bertandang ke Kanwil BPN Jatim. ‘’Sudah dikirimkan tuntutan para pedagang itu dari BPN Pacitan. Cuma, alat bukti yang ada mesti diverifikasi lebih dulu. Itu urusan sana (Kanwil BPN Jatim),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pacitan Terimpit Zona Merah

Deny tidak banyak berkomentar. Pun enggan memprediksi hasil tuntutan pencabutan sertifikat tersebut. Hanya, pemkab juga ingin mengetahui kelanjutannya sudah sampai sejauh mana. Pasalnya, seperti apa proses tindak lanjut merupakan hak penuh Kanwil BPN Jatim.

Deny tidak tahu menahu apakah menggunakan tim ahli atau bagaimana. ‘’Mudah-mudahan, hasil ke kanwil itu verifikasinya oke. Karena kami juga ingin tahu kepastiannya,’’ ungkap Deny. ‘’Soal kapan berangkat ke kanwil, kami hanya bisa menunggu jadwal dari BPN sini (Pacitan),’’ imbuhnya. (den/sat)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan tidak 100 persen yakin dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan ahli waris J Tasman dalam sengketa tanah Pasar Tulakan. Apalagi setelah para pedagang bersikukuh mengklaim lahan yang mereka  tempati berdagang selama puluhan  tahun itu milik negara.

Bahkan, mereka mengantongi sejumlah bukti baru. ‘’Posisi kami sama seperti pedagang, berupaya agar sertifikat itu diakui kembali sebagai milik negara,’’ kata Kabag Hukum Setdakab Pacitan Deny Cahyantoro Selasa (5/11).

Perlawanan atas putusan MA itu juga ditunjukkan para pedagang dengan menggelar kembali barang dagangan di lokasi lahan sengketa. Pun menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pacitan Senin lalu (4/11). Deny menilai wajar jika emosi pedagang memeuncak. ‘’Pedagang mengira surat tuntutan pencabutan sertifikat belum dilayangkan ke kanwil (Kantor Wilayah BPN Jatim),’’ ujarnya.

Berangkat dari amarah puluhan pedagang itu, Deny mengatakan sesuai prosedur pihaknya siap mengawal tuntutan mereka. Dia memastikan akan ada pendampingan dari pemkab untuk bertandang ke Kanwil BPN Jatim. ‘’Sudah dikirimkan tuntutan para pedagang itu dari BPN Pacitan. Cuma, alat bukti yang ada mesti diverifikasi lebih dulu. Itu urusan sana (Kanwil BPN Jatim),’’ jelasnya.

Baca Juga :  62 Peserta Tidak Lolos Passing Grade

Deny tidak banyak berkomentar. Pun enggan memprediksi hasil tuntutan pencabutan sertifikat tersebut. Hanya, pemkab juga ingin mengetahui kelanjutannya sudah sampai sejauh mana. Pasalnya, seperti apa proses tindak lanjut merupakan hak penuh Kanwil BPN Jatim.

Deny tidak tahu menahu apakah menggunakan tim ahli atau bagaimana. ‘’Mudah-mudahan, hasil ke kanwil itu verifikasinya oke. Karena kami juga ingin tahu kepastiannya,’’ ungkap Deny. ‘’Soal kapan berangkat ke kanwil, kami hanya bisa menunggu jadwal dari BPN sini (Pacitan),’’ imbuhnya. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/