alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Sudah Dua Pekan Nelayan Tak Melaut, Ikan Mahal saat Baratan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Musim baratan mengerek harga ikan sejumlah pasar tradisional di Pacitan. Penyebabnya ditengarai sedikitnya jumlah nelayan yang melaut. Kondisi itu membuat tangkapan ikan yang dipasok ke pasar berkurang selama peralihan angin. ‘’Kalau sedang baratan, tidak ada ikan,’’ kata Sukarno, 41, nelayan Pelabuhan Tamperan Selasa (5/11).

Mahalnya harga ikan terjadi di Pasar Arjowinangun. Lina, 44, salah seorang pedagang ikan di pasar rakyat itu khawatir merugi. Banyak calon pembeli yang melipir pergi setelah bertanya harga ikan. Juga tidak sedikit pembeli yang mengurangi jumlah pembeliannya. ‘’Harga ikan mulai naik sejak sepekan lalu,’’ ungkapnya.

Lina mengungkapkan, harga ikan layur naik dua kali lipat. Dari normalnya Rp 25 ribu, kini Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Karena tidak ada barang. Kulaknya sudah tinggi, kalau dijual murah ya rugi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  350 Personel Amankan Nataru, Jaga Lima Objek Wisata

Selain layur, harga ikan salem, tongkol, dan tore juga terkerek naik. Masing-masing Rp 5 ribu per kilogramnya. ‘’Kalau musim baratan memang seperti ini. Kadang sampai harus ambil ikan dari luar daerah,’’ ungkapnya. (den/cor)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Musim baratan mengerek harga ikan sejumlah pasar tradisional di Pacitan. Penyebabnya ditengarai sedikitnya jumlah nelayan yang melaut. Kondisi itu membuat tangkapan ikan yang dipasok ke pasar berkurang selama peralihan angin. ‘’Kalau sedang baratan, tidak ada ikan,’’ kata Sukarno, 41, nelayan Pelabuhan Tamperan Selasa (5/11).

Mahalnya harga ikan terjadi di Pasar Arjowinangun. Lina, 44, salah seorang pedagang ikan di pasar rakyat itu khawatir merugi. Banyak calon pembeli yang melipir pergi setelah bertanya harga ikan. Juga tidak sedikit pembeli yang mengurangi jumlah pembeliannya. ‘’Harga ikan mulai naik sejak sepekan lalu,’’ ungkapnya.

Lina mengungkapkan, harga ikan layur naik dua kali lipat. Dari normalnya Rp 25 ribu, kini Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Karena tidak ada barang. Kulaknya sudah tinggi, kalau dijual murah ya rugi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  60 Tahun Berjualan Bunga Tabur di Makam Kanjeng Jimat

Selain layur, harga ikan salem, tongkol, dan tore juga terkerek naik. Masing-masing Rp 5 ribu per kilogramnya. ‘’Kalau musim baratan memang seperti ini. Kadang sampai harus ambil ikan dari luar daerah,’’ ungkapnya. (den/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/