alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Positif Covid-19, Pasutri di Pacitan Batal Berangkat ke Tanah Suci

KOTA, Jawa Pos Radar Pacitan – Kesabaran dua calon jemaah haji (CJH) asal Desa Karangrejo, Arjosari, sedang diuji. Saat puluhan CJH lain berangkat kemarin (6/6), pasangan suami istri (pasutri) itu malah diwajibkan isolasi mandiri (isoman). ‘’Terkonfirmasi Covid-19,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Pacitan M. Nasim.

Pasutri tersebut mesti menunggu lebih lama lagi. Mengingat pandemi telah mengacaukan jadwal keberangkatan haji selama dua tahun. Nasim memastikan bahwa penundaan khusus itu sesuai prosedur. Bahkan, pasutri bersangkutan menjalani tes ulang di fasilitas pelayanan kesehatan setempat. ‘’Hasil koordinasi dengan Kanwil Jatim, isolasi dulu. Kalau sudah sehat, baru berangkat,’’ terang Nasim.

Tahun ini, total ada 53 CJH asal Pacitan. Puluhan CJH lain berangkat kemarin dari Pendapa Pacitan. Keharuan menyelimuti CJH dengan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Kalau sudah sembuh, CJH yang tertunda bisa ikut kloter tujuh atau delapan beberapa hari nanti (8-9 Juni, Red),’’ ujar Nasim.

Baca Juga :  PGRI Pacitan Desak Percepatan Vaksin Anak

Bupati Indrata Nur Bayuaji berharap dua CJH lekas sehat dan segera berangkat haji. Bagi CJH yang sudah berangkat, bupati berharap semua berjalan lancar hingga kembali ke tanah air pada 18 Juli mendatang. ‘’Titip doa agar Pacitan bisa lebih baik dan masyarakatnya sejahtera,’’ tutur bupati. ‘’Doakan saya juga, agar segera bisa menunaikan rukun Islam kelima itu ke Tanah Suci,’’ imbuhnya. (gen/c1/den)

KOTA, Jawa Pos Radar Pacitan – Kesabaran dua calon jemaah haji (CJH) asal Desa Karangrejo, Arjosari, sedang diuji. Saat puluhan CJH lain berangkat kemarin (6/6), pasangan suami istri (pasutri) itu malah diwajibkan isolasi mandiri (isoman). ‘’Terkonfirmasi Covid-19,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Pacitan M. Nasim.

Pasutri tersebut mesti menunggu lebih lama lagi. Mengingat pandemi telah mengacaukan jadwal keberangkatan haji selama dua tahun. Nasim memastikan bahwa penundaan khusus itu sesuai prosedur. Bahkan, pasutri bersangkutan menjalani tes ulang di fasilitas pelayanan kesehatan setempat. ‘’Hasil koordinasi dengan Kanwil Jatim, isolasi dulu. Kalau sudah sehat, baru berangkat,’’ terang Nasim.

Tahun ini, total ada 53 CJH asal Pacitan. Puluhan CJH lain berangkat kemarin dari Pendapa Pacitan. Keharuan menyelimuti CJH dengan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Kalau sudah sembuh, CJH yang tertunda bisa ikut kloter tujuh atau delapan beberapa hari nanti (8-9 Juni, Red),’’ ujar Nasim.

Baca Juga :  Perempuan Muda Tewas Setengah Telanjang di Patok Kowang Pacitan, Diduga Korban Pembunuhan

Bupati Indrata Nur Bayuaji berharap dua CJH lekas sehat dan segera berangkat haji. Bagi CJH yang sudah berangkat, bupati berharap semua berjalan lancar hingga kembali ke tanah air pada 18 Juli mendatang. ‘’Titip doa agar Pacitan bisa lebih baik dan masyarakatnya sejahtera,’’ tutur bupati. ‘’Doakan saya juga, agar segera bisa menunaikan rukun Islam kelima itu ke Tanah Suci,’’ imbuhnya. (gen/c1/den)

Most Read

Artikel Terbaru