alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Ratusan Warga Pacitan Terjangkit DBD-Cikungunya

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum redam benar pagebluk korona, serangan nyamuk Aedes aegypti menambah panjang masalah kesehatan di Pacitan. Hingga pengujung tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menerima 122 laporan kasus gigitan nyamuk Aedes aegypti. Baik demam berdarah dengue (DBD) maupun cikungunya. ‘’Ada puluhan kasus baru beberapa bulan ini,’’ kata Plt Kabid Pencegahan Penularan Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida, Selasa (7/12).

Kasus terbanyak di Kecamatan Pacitan dengan 57 penderita. Terbagi 51 kasus di Kelurahan Pacitan dan enam kasus di Desa Tanjungsari. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan berbeda. ‘’Di musim penghujan ini kami galakkan lagi pembersihan lingkungan,’’ ujarnya.

Dinkes mengerahkan kader juru pemantau jentik (jumantik) untuk memantau potensi persebaran nyamuk di setiap lingkungan. Sekaligus menggalakkan pemberantasan dengan fogging. Juga mengedukasi warga agar giat menguras, menutup, serta mengubur (3M) di saban rumahnya. ‘’Usahakan jangan ada genangan air di rumah, termasuk di ban bekas atau botol minuman yang dibuang,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Peserta Tanyakan SKB CPNS 2019

Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka berharap adanya gebrakan dari penanggung jawab wilayah masing-masing dalam pencegahan dan pemberantasan nyamuk. Tak hanya sosialisasi. Punishment, reward, dan denda mesti diberlakukan di tiap lingkungan. Seperti pemberian hadiah pada penemu jentik hingga hukuman bagi warga yang tak melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing. Dengan begitu, bisa mengedukasi warga agar menjaga pola hidup sehat. ‘’Jika satu rumah tidak bebas jentik, bisa menyebar dalam satu lingkungan,’’ tutur Hendra. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum redam benar pagebluk korona, serangan nyamuk Aedes aegypti menambah panjang masalah kesehatan di Pacitan. Hingga pengujung tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menerima 122 laporan kasus gigitan nyamuk Aedes aegypti. Baik demam berdarah dengue (DBD) maupun cikungunya. ‘’Ada puluhan kasus baru beberapa bulan ini,’’ kata Plt Kabid Pencegahan Penularan Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida, Selasa (7/12).

Kasus terbanyak di Kecamatan Pacitan dengan 57 penderita. Terbagi 51 kasus di Kelurahan Pacitan dan enam kasus di Desa Tanjungsari. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan berbeda. ‘’Di musim penghujan ini kami galakkan lagi pembersihan lingkungan,’’ ujarnya.

Dinkes mengerahkan kader juru pemantau jentik (jumantik) untuk memantau potensi persebaran nyamuk di setiap lingkungan. Sekaligus menggalakkan pemberantasan dengan fogging. Juga mengedukasi warga agar giat menguras, menutup, serta mengubur (3M) di saban rumahnya. ‘’Usahakan jangan ada genangan air di rumah, termasuk di ban bekas atau botol minuman yang dibuang,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Hutan Semanten Terbakar atau Dibakar?

Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka berharap adanya gebrakan dari penanggung jawab wilayah masing-masing dalam pencegahan dan pemberantasan nyamuk. Tak hanya sosialisasi. Punishment, reward, dan denda mesti diberlakukan di tiap lingkungan. Seperti pemberian hadiah pada penemu jentik hingga hukuman bagi warga yang tak melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing. Dengan begitu, bisa mengedukasi warga agar menjaga pola hidup sehat. ‘’Jika satu rumah tidak bebas jentik, bisa menyebar dalam satu lingkungan,’’ tutur Hendra. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/