alexametrics
28.3 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Korupsi Dana Hibah, 2 Ketua Pokmas di Pacitan Ditahan Kejaksaan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat terkatung tujuh tahun, Sarif (ketua Pokmas Margo Tahayu) dan Tiling Kustono (ketua Pokmas Hargosari) akhirnya dijebloskan ke Rutan Kelas II-B Pacitan.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pacitan Yusaq Djunarto mengatakan, dua ketua pokmas di Kecamatan Nawangan itu dinyatakan telah menilap duit ratusan juta pada 2010 silam. Pengungkapkan kasus korupsi itu berjalan cukup panjang. Berawal 2010 silam, kala itu dua pokmas mendapat dana Rp 200 juta dari pemkab.

Di tengah jalan, duit tersebut tak sepenuhnya diperuntukkan kegiatan masyarakat. Melainkan untuk kepentingan pribadi. ‘’Kami dapat laporannya antara 2013. Setelah ditindaklanjuti ternyata benar ada kerugian negaranya,’’ ungkap Yusaq, Selasa (8/3).

Dari pemeriksaan didapati kerugian negara sekitar Rp 100 juta di setiap pokmas. Kala itu keduanya sempat ditahan jalang masa persidangan, namun perkara tersebut tak kunjung rampung. Pada 2019 keduanya sempat banding ke MA atas vonis dari PN Surabaya. ‘’Sampai kemarin (2019, Red) barulah muncul putusan MA. Kami segera mencari informasi di mana mereka tinggal,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gua Ditabuh Berbunyi Gong

Sarif ditangkap di kediamannya di Desa Mujing, Nawangan, Pacitan, Selasa (1/3). Dia divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan sesuai putusan MA. Sementara Tiling menyerahkan diri sehari setelahnya ke kantor kejaksaan setempat.  ‘’Hukumannya sama. Kedua terpidana terbukti melanggar pasal 3 UU Tipikor (tindak pidana korupsi),’’ ungkap Yusaq. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat terkatung tujuh tahun, Sarif (ketua Pokmas Margo Tahayu) dan Tiling Kustono (ketua Pokmas Hargosari) akhirnya dijebloskan ke Rutan Kelas II-B Pacitan.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pacitan Yusaq Djunarto mengatakan, dua ketua pokmas di Kecamatan Nawangan itu dinyatakan telah menilap duit ratusan juta pada 2010 silam. Pengungkapkan kasus korupsi itu berjalan cukup panjang. Berawal 2010 silam, kala itu dua pokmas mendapat dana Rp 200 juta dari pemkab.

Di tengah jalan, duit tersebut tak sepenuhnya diperuntukkan kegiatan masyarakat. Melainkan untuk kepentingan pribadi. ‘’Kami dapat laporannya antara 2013. Setelah ditindaklanjuti ternyata benar ada kerugian negaranya,’’ ungkap Yusaq, Selasa (8/3).

Dari pemeriksaan didapati kerugian negara sekitar Rp 100 juta di setiap pokmas. Kala itu keduanya sempat ditahan jalang masa persidangan, namun perkara tersebut tak kunjung rampung. Pada 2019 keduanya sempat banding ke MA atas vonis dari PN Surabaya. ‘’Sampai kemarin (2019, Red) barulah muncul putusan MA. Kami segera mencari informasi di mana mereka tinggal,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gua Ditabuh Berbunyi Gong

Sarif ditangkap di kediamannya di Desa Mujing, Nawangan, Pacitan, Selasa (1/3). Dia divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan sesuai putusan MA. Sementara Tiling menyerahkan diri sehari setelahnya ke kantor kejaksaan setempat.  ‘’Hukumannya sama. Kedua terpidana terbukti melanggar pasal 3 UU Tipikor (tindak pidana korupsi),’’ ungkap Yusaq. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/