alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

David Endra Laksana, Arranger yang Juga YouTuber

Perkembangan teknologi membuat siapa saja berpeluang jadi artis. Selain selebgram, media sosial YouTube juga jadi ajang unjuk gigi para kreator berbakat. Tak hanya jadi bintang, pundi-pundi rupiah pun jadi bonus tambahan.

————

SUGENG DWI, Pacitan

DENTUMAN drum menghentak mengiringi lagu Pamer Bojo milik Didi Kempot. Berpadu gitar elektrik dan keyboard, lagu mellow itu pun berubah 180 derajat. Berlatar belakang hitam dengan one shoot pada sang vokalis. Nuansa pop-punk musik video cover David Endra Laksana itu viral di media sosial YouTube. ‘’Saya suka pop-punk, tapi karena ramai dangdut jadi saya mix keduanya,’’ kata musisi yang juga YouTuber ini.

Kecintaan pada aliran musik pop-punk jadi awal David terjun ke dunia YouTube 2015 silam. Sepinya penyuka aliran serupa membuat warga Dusun Ngrampal, Worawari, Kebonagung, itu memilih berkarya lewat media sosial. Iseng-iseng meng-cover lagu Tetap Dalam Jiwa milik Isyana Saraswati, tak disangka tanggapan positif ramai dilontarkan warganet. ‘’Sekarang lagu itu (Tetap Dalam Jiwa, Red) sudah ditonton 553 ribu viewer,’’ ungkapnya.

Lebih empat tahun bergelut dengan cover lagu, puluhan judul lagu musik telah diaransemen ulang David. Mulai nada, aliran musik, hingga videografi dan vokal digarap sendiri. Belajar otodidak, berguru dari YouTube jadi andalannya membuat video cover menarik. ‘’Awalnya dulu pengin punya band, tapi karena rekaman di studio mahal, akhirnya putusin beli alat sedikti-sedikit. Sekarang lumayan lengkap,’’ terang pria lulusan TKJ SMK Pacitan ini.

Baca Juga :  Kepala SMPN 2 Pacitan Berharap Sekolahannya Tak Dipindah

Pacitan sebagai daerah wisata dijadikan pria 25 tahun ini sebagai peluang. Selain take video di studionya, David juga menjajal beberapa objek wisata seperti Pancer Door untuk video musik. Meski butuh usaha ekstra, namun itu jadi penambah warna cover lagu miliknya dibanding lain. ‘’Bosen di kamar terus, akhirnya coba di tempat wisata,’’ tambahnya.

Sempat bekerja sebagai sound engineering di Funmusic Studio Jakarta, beragam pengalaman, cara kerja profesional, dan relasi didapat. Pun paham betul cara artis ibu kota agar menarik penonton. Ditambah memiliki lebih dari 17 ribu pengikut dan 3,5 miliar viewers, iseng-iseng yang dulu dilakoni David kini mulai menghasilkan pundi rupiah. Pun beberapa produk pun memintanya mendapat review. ‘’Kalau uang itu hanya bonus, yang penting karyanya dulu,’’ ucap David.*** (sat/c1) 

Perkembangan teknologi membuat siapa saja berpeluang jadi artis. Selain selebgram, media sosial YouTube juga jadi ajang unjuk gigi para kreator berbakat. Tak hanya jadi bintang, pundi-pundi rupiah pun jadi bonus tambahan.

————

SUGENG DWI, Pacitan

DENTUMAN drum menghentak mengiringi lagu Pamer Bojo milik Didi Kempot. Berpadu gitar elektrik dan keyboard, lagu mellow itu pun berubah 180 derajat. Berlatar belakang hitam dengan one shoot pada sang vokalis. Nuansa pop-punk musik video cover David Endra Laksana itu viral di media sosial YouTube. ‘’Saya suka pop-punk, tapi karena ramai dangdut jadi saya mix keduanya,’’ kata musisi yang juga YouTuber ini.

Kecintaan pada aliran musik pop-punk jadi awal David terjun ke dunia YouTube 2015 silam. Sepinya penyuka aliran serupa membuat warga Dusun Ngrampal, Worawari, Kebonagung, itu memilih berkarya lewat media sosial. Iseng-iseng meng-cover lagu Tetap Dalam Jiwa milik Isyana Saraswati, tak disangka tanggapan positif ramai dilontarkan warganet. ‘’Sekarang lagu itu (Tetap Dalam Jiwa, Red) sudah ditonton 553 ribu viewer,’’ ungkapnya.

Lebih empat tahun bergelut dengan cover lagu, puluhan judul lagu musik telah diaransemen ulang David. Mulai nada, aliran musik, hingga videografi dan vokal digarap sendiri. Belajar otodidak, berguru dari YouTube jadi andalannya membuat video cover menarik. ‘’Awalnya dulu pengin punya band, tapi karena rekaman di studio mahal, akhirnya putusin beli alat sedikti-sedikit. Sekarang lumayan lengkap,’’ terang pria lulusan TKJ SMK Pacitan ini.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Realisasasikan Kenaikan Manfaat Beasiswa Hingga Rp174 Juta untuk 2 orang Anak

Pacitan sebagai daerah wisata dijadikan pria 25 tahun ini sebagai peluang. Selain take video di studionya, David juga menjajal beberapa objek wisata seperti Pancer Door untuk video musik. Meski butuh usaha ekstra, namun itu jadi penambah warna cover lagu miliknya dibanding lain. ‘’Bosen di kamar terus, akhirnya coba di tempat wisata,’’ tambahnya.

Sempat bekerja sebagai sound engineering di Funmusic Studio Jakarta, beragam pengalaman, cara kerja profesional, dan relasi didapat. Pun paham betul cara artis ibu kota agar menarik penonton. Ditambah memiliki lebih dari 17 ribu pengikut dan 3,5 miliar viewers, iseng-iseng yang dulu dilakoni David kini mulai menghasilkan pundi rupiah. Pun beberapa produk pun memintanya mendapat review. ‘’Kalau uang itu hanya bonus, yang penting karyanya dulu,’’ ucap David.*** (sat/c1) 

Most Read

Artikel Terbaru

/