alexametrics
23.5 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Sekolah Menyediakan, Bahkan Digratiskan, Pedagang Seragam Sepi Pembeli

PACITAN  – Harapan meraup untung memasuki tahun pelajaran baru kali ini tinggal angan. Itu dirasakan para pedagang seragam dan perlengkapan sekolah di Pacitan. Omzet mereka turun drastis. Tak tanggung-tanggung, hampir delapan puluh persen. ‘’Tahun ini sepi yang beli baju seragam. Sama seperti tahun lalu,’’ kata Sri Suliyati, salah seorang pedagang di Pasar Arjowinangun, Pacitan.

Sri menduga kondisi ekonomi memengaruhi orang tua membelikan seragam baru anaknya. Lebaran silam kebutuhan kian meningkat. Sementara, penghasilan warga Pacitan, yang didominasi petani dan pekebun, tak terlalu bagus. ‘’Pasar ini saja sepi walaupun hari pasaran,’’ paparnya.

Tawaran sekolah yang menyediakan seragam gratis juga membuat penjualannya semakin lesu. Dari tahun ke tahun, penjualan seragam khususnya SMP kian menurun. Pasalnya, tak sedikit sekolah yang menyediakan seragam jadi. ‘’Kalau seragam SD masih lumayan. SMP dan SMA sedikit,’’ jelasnya.

Kini rata-rata dia hanya bisa menjual dua hingga tiga setel sergam per hari. Tahun lalu rata-rata 10 hingga 12 setel. Dia juga menduga sepinya penjualan lantaran harga seragam naik. Seragam SD satu setel Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu tahun lalu. Tahun ini seragam putih merah lengkap dengan dasi dan topi itu Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu. ‘’Tergantung merek juga, tapi rata-rata harganya segitu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Warga Pacitan Hasilkan Sampah 28 Ton Per Hari

Kenaikan yang mencapai 50 persen juga untuk seragam sekolah tingkat di atasnya. Seragam SMP yang sebelumya Rp 80 ribu kini jadi Rp 125 ribu. Sementara seragam SMA dari Rp 80 hingga Rp 100 ribu kini dijual Rp 150 ribu per setel. ‘’Kalau naiknya ini sudah dari sananya (distributor, Red), padahal saya kulakan banyak. Tapi malah sepi,’’ keluhnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan sepatu dan tas. Para siswa masih mengandalkan peralatan mereka sebelumnya yang dinilai masih layak pakai. Namun, Sri berharap pekan terakhir jelang masuk sekolah penjualan seragam bakal meningkat. ‘’Banyak yang dadakan juga kalau beli,’’ jelasnya. (gen/c1/sat)

PACITAN  – Harapan meraup untung memasuki tahun pelajaran baru kali ini tinggal angan. Itu dirasakan para pedagang seragam dan perlengkapan sekolah di Pacitan. Omzet mereka turun drastis. Tak tanggung-tanggung, hampir delapan puluh persen. ‘’Tahun ini sepi yang beli baju seragam. Sama seperti tahun lalu,’’ kata Sri Suliyati, salah seorang pedagang di Pasar Arjowinangun, Pacitan.

Sri menduga kondisi ekonomi memengaruhi orang tua membelikan seragam baru anaknya. Lebaran silam kebutuhan kian meningkat. Sementara, penghasilan warga Pacitan, yang didominasi petani dan pekebun, tak terlalu bagus. ‘’Pasar ini saja sepi walaupun hari pasaran,’’ paparnya.

Tawaran sekolah yang menyediakan seragam gratis juga membuat penjualannya semakin lesu. Dari tahun ke tahun, penjualan seragam khususnya SMP kian menurun. Pasalnya, tak sedikit sekolah yang menyediakan seragam jadi. ‘’Kalau seragam SD masih lumayan. SMP dan SMA sedikit,’’ jelasnya.

Kini rata-rata dia hanya bisa menjual dua hingga tiga setel sergam per hari. Tahun lalu rata-rata 10 hingga 12 setel. Dia juga menduga sepinya penjualan lantaran harga seragam naik. Seragam SD satu setel Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu tahun lalu. Tahun ini seragam putih merah lengkap dengan dasi dan topi itu Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu. ‘’Tergantung merek juga, tapi rata-rata harganya segitu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Insentif Nakes Pacitan Dialokasikan Rp 5,5 M

Kenaikan yang mencapai 50 persen juga untuk seragam sekolah tingkat di atasnya. Seragam SMP yang sebelumya Rp 80 ribu kini jadi Rp 125 ribu. Sementara seragam SMA dari Rp 80 hingga Rp 100 ribu kini dijual Rp 150 ribu per setel. ‘’Kalau naiknya ini sudah dari sananya (distributor, Red), padahal saya kulakan banyak. Tapi malah sepi,’’ keluhnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan sepatu dan tas. Para siswa masih mengandalkan peralatan mereka sebelumnya yang dinilai masih layak pakai. Namun, Sri berharap pekan terakhir jelang masuk sekolah penjualan seragam bakal meningkat. ‘’Banyak yang dadakan juga kalau beli,’’ jelasnya. (gen/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/