alexametrics
27.4 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Klaster DBD, Belasan Warga Krajan Kulon Panas-Dingin

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sendi Susanti linu. Sekujur tubuhnya terasa pegal jika digunakan beraktivitas. Demam tinggi tiga hari tak kunjung turun membuatnya tambah panik. Kecurigaannya kian menjadi, usai berobat ke puskesmas setempat tak kunjung sembuh. ‘’Setelah tiga hari saya periksa lagi ke rumah sakit,’’ ujar warga Dusun Krajan Kulon, Jatimalang, Arjosari, itu, Rabu (8/12).

Ternyata, perempuan paro baya tersebut didiagnosis terserang demam berdarah dengue (DBD). Tak hanya Susanti, anaknya yang masih remaja ikut dirujuk ke IGD usai mengalami gejala serupa. Setelah enam hari inap, Susanti akhirnya diizinkan pulang. ‘’Saya juga sempat muntah-muntah. Badan rasanya linu seperti ditusuk-tusuk,’’ ungkapnya.

Kasun Krajan Kulon Agus Setyono mencatat 17 warganya turut dirujuk ke IGD RSUD dr Darsono lantaran mengalami panas-dingin. Warga di tiga RT yang terjangkit. Dimulai awal penghujan lalu, hingga kini dua orang belum pulang dan masih menjalani perawatan. ‘’Yang terjangkit kebanyakan tetangga kanan-kiri. Gejalanya sama, linu-linu dan panas-dingin selama beberapa hari,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kampung Narkoba Pacitan, Pasang Mata dan Telinga Awasi Peredaran Obat Terlarang

Agus menyatakan, klaster DBD baru kali ini melanda dusunnya. Meski sempat ditemui di periode sebelumnya, namun jumlahnnya tak sebanyak musim penghujan kali ini. Kini saban pekan masyarakat dikerahkan menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Termasuk memastikan lingkungan tak ditemukan adanya sampah berserakan, mengantisipasi tempat bertelurnya jentik. ‘’Kemarin kami lakukan seminggu dua kali, antisipasi jangan sampai ada warga yang terkena DBD lagi,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sendi Susanti linu. Sekujur tubuhnya terasa pegal jika digunakan beraktivitas. Demam tinggi tiga hari tak kunjung turun membuatnya tambah panik. Kecurigaannya kian menjadi, usai berobat ke puskesmas setempat tak kunjung sembuh. ‘’Setelah tiga hari saya periksa lagi ke rumah sakit,’’ ujar warga Dusun Krajan Kulon, Jatimalang, Arjosari, itu, Rabu (8/12).

Ternyata, perempuan paro baya tersebut didiagnosis terserang demam berdarah dengue (DBD). Tak hanya Susanti, anaknya yang masih remaja ikut dirujuk ke IGD usai mengalami gejala serupa. Setelah enam hari inap, Susanti akhirnya diizinkan pulang. ‘’Saya juga sempat muntah-muntah. Badan rasanya linu seperti ditusuk-tusuk,’’ ungkapnya.

Kasun Krajan Kulon Agus Setyono mencatat 17 warganya turut dirujuk ke IGD RSUD dr Darsono lantaran mengalami panas-dingin. Warga di tiga RT yang terjangkit. Dimulai awal penghujan lalu, hingga kini dua orang belum pulang dan masih menjalani perawatan. ‘’Yang terjangkit kebanyakan tetangga kanan-kiri. Gejalanya sama, linu-linu dan panas-dingin selama beberapa hari,’’ terangnya.

Baca Juga :  Longsor Pacitan-Ponorogo, Ratusan Kendaraan Terjebak di Tengah Hujan Deras

Agus menyatakan, klaster DBD baru kali ini melanda dusunnya. Meski sempat ditemui di periode sebelumnya, namun jumlahnnya tak sebanyak musim penghujan kali ini. Kini saban pekan masyarakat dikerahkan menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Termasuk memastikan lingkungan tak ditemukan adanya sampah berserakan, mengantisipasi tempat bertelurnya jentik. ‘’Kemarin kami lakukan seminggu dua kali, antisipasi jangan sampai ada warga yang terkena DBD lagi,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/