23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Anggaran Pembebasan Lahan Proyek Jalan Srau–Watukarung Dikepras

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lanjutan pembangunan Jalan Srau–Watukarung tahun depan terkendala pembebasan lahan. Kebutuhan anggaran yang besar membuat pemkab melakukan pembebasan lahan secara bertahap.

Kepala DPKPP Pacitan Heru Tunggul Widodo mengatakan, awalnya anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Srau–Watukarung itu diusulkan Rp 5,4 miliar. Namun, saat pembahasan APBD 2023 dilakukan anggaran tersebut justru dipotong.

‘’Dari usulan sebelumnya Rp 5,4 miliar tinggal menjadi Rp 2,5 miliar,’’ katanya, Selasa (6/12).

Total panjang pembangunan Jalan Srau–Watukarung mencapai 4,1 kilometer. Saat ini progresnya baru 2,5 kilometer dari ruas Desa Srau–Jlubang, sehingga menyisakan 1,6 kilometer ruas Desa Jlubang–Watukarung. ‘’Kami menaksir idealnya Rp 5,4 miliar. Selisihnya memang jauh, tapi kami terima saja,’’ ujarnya.

Meski anggarannya cupet, Tunggul memastikan proyek jalan itu tetap lanjut. Hanya target pengerjaannya dikurangi. Khususnya pada pelabaran jalan di wilayah Watukarung.

Baca Juga :  Marak Pencurian, Pemkab Pacitan Rencana Pasang CCTV di Pancer Door

‘’Mungkin nanti ada yang lebar dan ada yang sempit tapi secara umum bisa mulus dan menghubungkan dua objek wisata itu,’’ terangnya.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu proses appraisal rampung. Setelah semua itu beres, ganti rugi pembebasan lahan baru dapat dilakukan. DPKPP menargetkan tahapan tersebut selesai awal tahun sebelum kemudian pekerjaan fisik dilakukan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR).

‘’Kami nanti fokuskan anggaran di wilayah hutannya dulu agar pembebasannya bisa maksimal karena harganya kemungkinan lebih murah,’’ jelas Tunggul.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pencatatan data kepemilikan lahan di sepanjang Jalan Srau–Watukarung sekaligus pendekatan kepada warga setempat.

‘’Akhir tahun ini kami sedang mendata kepemilikan lahan milik warga antara Jlubang hingga Watukarung. Alhamdulillah, tidak ada kendala penolakan dari warga terkait rencana pembebasan lahan itu,’’ ujar Tunggul. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lanjutan pembangunan Jalan Srau–Watukarung tahun depan terkendala pembebasan lahan. Kebutuhan anggaran yang besar membuat pemkab melakukan pembebasan lahan secara bertahap.

Kepala DPKPP Pacitan Heru Tunggul Widodo mengatakan, awalnya anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Srau–Watukarung itu diusulkan Rp 5,4 miliar. Namun, saat pembahasan APBD 2023 dilakukan anggaran tersebut justru dipotong.

‘’Dari usulan sebelumnya Rp 5,4 miliar tinggal menjadi Rp 2,5 miliar,’’ katanya, Selasa (6/12).

Total panjang pembangunan Jalan Srau–Watukarung mencapai 4,1 kilometer. Saat ini progresnya baru 2,5 kilometer dari ruas Desa Srau–Jlubang, sehingga menyisakan 1,6 kilometer ruas Desa Jlubang–Watukarung. ‘’Kami menaksir idealnya Rp 5,4 miliar. Selisihnya memang jauh, tapi kami terima saja,’’ ujarnya.

Meski anggarannya cupet, Tunggul memastikan proyek jalan itu tetap lanjut. Hanya target pengerjaannya dikurangi. Khususnya pada pelabaran jalan di wilayah Watukarung.

Baca Juga :  Buka 308 Formasi CPPPK, Pendaftaran Lima Hari Saja

‘’Mungkin nanti ada yang lebar dan ada yang sempit tapi secara umum bisa mulus dan menghubungkan dua objek wisata itu,’’ terangnya.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu proses appraisal rampung. Setelah semua itu beres, ganti rugi pembebasan lahan baru dapat dilakukan. DPKPP menargetkan tahapan tersebut selesai awal tahun sebelum kemudian pekerjaan fisik dilakukan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR).

‘’Kami nanti fokuskan anggaran di wilayah hutannya dulu agar pembebasannya bisa maksimal karena harganya kemungkinan lebih murah,’’ jelas Tunggul.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pencatatan data kepemilikan lahan di sepanjang Jalan Srau–Watukarung sekaligus pendekatan kepada warga setempat.

‘’Akhir tahun ini kami sedang mendata kepemilikan lahan milik warga antara Jlubang hingga Watukarung. Alhamdulillah, tidak ada kendala penolakan dari warga terkait rencana pembebasan lahan itu,’’ ujar Tunggul. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru