alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Tren Kasus Naik Terus, Pacitan PPKM Level 3

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Level PPKM di Pacitan kian merosot. Sempat bertengger di level 2, kini kabupaten di ujung selatan Jawa Timur itu masuk level 3. Sesuai Inmendagri 15/2022 yang diberlakukan 8 hingga 14 Maret mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, perubahan leveling ini tak terjadi begitu saja. Belakangan kasus korona di Pacitan naik ugal-ugalan. Rata-rata 30 kasus baru per hari yang ditemukan petugas kesehatan. Tak hanya kasus kiriman luar daerah, penularan lokal belakangan turut meningkat. ‘’Covid rate kita terbilang tinggi, itu yang membuat status (PPKM, Red) kita turun lagi,’’ ungkap Hendra, Rabu (9/3).

Selain penambahan kasus baru, di masyarakat muncul masalah baru. Sebagian kontak erat menolak dites, terlebih yang tak bergejala. Alhasil, testing yang dilakukan petugas tak maksimal. ‘’Mereka yang kelihatannya sehat tetapi tidak diperiksa itu justru mengkhawatirkan, karena dapat menularkan kalau memang tanpa gejala,’’ ungkap Hendra sembari menyebut satu kasus korona harus memeriksa 14 kontak erat.

Baca Juga :  Fokus Urus Pemilu, THM Terabaikan

Dinkes tak sanggup berbuat banyak. Selain meningkatkan tracing dan testing mengantisipasi penularan senyap. Sosialisasi protokol kesehatan juga tetap digencarkan. Sembari menggenjot cakupan vaksinasi yang belakangan progresnya stagnan. ‘’Vaksin memang tidak mencegah seseorang dari Covid-19, tapi bisa meminimalkan tingkat keparahan. Jadi, lebih kebal bila tertular,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Level PPKM di Pacitan kian merosot. Sempat bertengger di level 2, kini kabupaten di ujung selatan Jawa Timur itu masuk level 3. Sesuai Inmendagri 15/2022 yang diberlakukan 8 hingga 14 Maret mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, perubahan leveling ini tak terjadi begitu saja. Belakangan kasus korona di Pacitan naik ugal-ugalan. Rata-rata 30 kasus baru per hari yang ditemukan petugas kesehatan. Tak hanya kasus kiriman luar daerah, penularan lokal belakangan turut meningkat. ‘’Covid rate kita terbilang tinggi, itu yang membuat status (PPKM, Red) kita turun lagi,’’ ungkap Hendra, Rabu (9/3).

Selain penambahan kasus baru, di masyarakat muncul masalah baru. Sebagian kontak erat menolak dites, terlebih yang tak bergejala. Alhasil, testing yang dilakukan petugas tak maksimal. ‘’Mereka yang kelihatannya sehat tetapi tidak diperiksa itu justru mengkhawatirkan, karena dapat menularkan kalau memang tanpa gejala,’’ ungkap Hendra sembari menyebut satu kasus korona harus memeriksa 14 kontak erat.

Baca Juga :  80 Pegawai Sekretariat DPRD Magetan Masuk Daftar Tracing

Dinkes tak sanggup berbuat banyak. Selain meningkatkan tracing dan testing mengantisipasi penularan senyap. Sosialisasi protokol kesehatan juga tetap digencarkan. Sembari menggenjot cakupan vaksinasi yang belakangan progresnya stagnan. ‘’Vaksin memang tidak mencegah seseorang dari Covid-19, tapi bisa meminimalkan tingkat keparahan. Jadi, lebih kebal bila tertular,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/