alexametrics
29.8 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Polisi Pukul Mundur Massa Anarkis

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Rekapitulasi hasil pemungutan suara pilkada berlangsung ricuh. Kelompok pendukung pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati yang kalah merasa tidak terima dengan keputusan KPU Pacitan. Mereka kemudian berbuat anarkis dan ingin melakukan perusakan.

Beruntung aksi massa itu berhasil dicegah polisi. Setelah ratusan anggota pengendalian massa (dalmas) dikerahkan ke lokasi kejadian. Hingga akhirnya massa berhasil dipukul mundur.

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto menjelaskan, semua proses itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pilkada 2020. Kegiatan tersebut rencananya digelar selama tiga hari. ‘’Ada sebanyak 260 personel yang dilibatkan dalam upaya antisipasi Mantap Praja menghadapi pilkada,’’ kata Didik Rabu (8/7).

Baca Juga :  RSUD dr Darsono Minta RS Swasta di Pacitan Tampung Pasien Covid-19

Simulasi digelar di alun-alun Pacitan. Selain dari kepolisian, petugas pengamanan melibatkan TNI dan Brimob. Hal itu merupakan langkah preventif jika terjadi keadaan di luar kendali. ‘’Untuk simulasi besok (hari ini, Red) adalah latihan pengamanan kampanye cabup. Digambarkan saat itu ada huru-hara serta pengamanan TPS. Kemudian simulasi terakhir adalah penetapan hasil pemenang,’’ terang Didik. (mg2/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Rekapitulasi hasil pemungutan suara pilkada berlangsung ricuh. Kelompok pendukung pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati yang kalah merasa tidak terima dengan keputusan KPU Pacitan. Mereka kemudian berbuat anarkis dan ingin melakukan perusakan.

Beruntung aksi massa itu berhasil dicegah polisi. Setelah ratusan anggota pengendalian massa (dalmas) dikerahkan ke lokasi kejadian. Hingga akhirnya massa berhasil dipukul mundur.

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto menjelaskan, semua proses itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pilkada 2020. Kegiatan tersebut rencananya digelar selama tiga hari. ‘’Ada sebanyak 260 personel yang dilibatkan dalam upaya antisipasi Mantap Praja menghadapi pilkada,’’ kata Didik Rabu (8/7).

Baca Juga :  Pagar Dibobol, Pikap Dibawa Kabur Maling

Simulasi digelar di alun-alun Pacitan. Selain dari kepolisian, petugas pengamanan melibatkan TNI dan Brimob. Hal itu merupakan langkah preventif jika terjadi keadaan di luar kendali. ‘’Untuk simulasi besok (hari ini, Red) adalah latihan pengamanan kampanye cabup. Digambarkan saat itu ada huru-hara serta pengamanan TPS. Kemudian simulasi terakhir adalah penetapan hasil pemenang,’’ terang Didik. (mg2/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/