alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Banjir Batu, Warga Desa Karanggede Pacitan Terisolasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir batu menerjang Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Senin (8/11) malam. Material batu dari Bukit Parangan itu menutup jalan yang menghubungkan antara Desa Karangrejo dengan Arjosari.

Dampaknya warga Desa Karanggede sementara terisolasi. Karena jalan yang tertutup material bebatuan itu merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, banjir batu di Bukit Parangan dipicu karena hujan deras. Material batu bercampur lumpur sekitar 1.000 meter kubik meluncur ke bawah dan menutup jalan penghubung Desa Karangrejo-Karanggede. “Jalur tertutup total. Ketebalan material banjir batu bercampur lumpur mencapai lebih dari 30 sentimeter di permukaan jalan dengan panjang sekitar 500 meter,” terang Didik.

Baca Juga :  Magetan Dilanda Banjir, Angin Kencang dan Longsor Bergiliran

Menurutnya, penanganan darurat baru akan dilakukan keesokan hari menunggu waktu terang. Saat ini, kondisi di lapangan gelap dan tak memungkinkan untuk dilakukan pengerukan. “Evakuasi akan menggunakan alat berat milik DPUPR. Jalan ini juga menghubungkan ke arah Waduk Tukul,” ujar Didik. (her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir batu menerjang Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Senin (8/11) malam. Material batu dari Bukit Parangan itu menutup jalan yang menghubungkan antara Desa Karangrejo dengan Arjosari.

Dampaknya warga Desa Karanggede sementara terisolasi. Karena jalan yang tertutup material bebatuan itu merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, banjir batu di Bukit Parangan dipicu karena hujan deras. Material batu bercampur lumpur sekitar 1.000 meter kubik meluncur ke bawah dan menutup jalan penghubung Desa Karangrejo-Karanggede. “Jalur tertutup total. Ketebalan material banjir batu bercampur lumpur mencapai lebih dari 30 sentimeter di permukaan jalan dengan panjang sekitar 500 meter,” terang Didik.

Baca Juga :  554 Guru Honorer di Pacitan Resmi Dikontrak sebagai PPPK

Menurutnya, penanganan darurat baru akan dilakukan keesokan hari menunggu waktu terang. Saat ini, kondisi di lapangan gelap dan tak memungkinkan untuk dilakukan pengerukan. “Evakuasi akan menggunakan alat berat milik DPUPR. Jalan ini juga menghubungkan ke arah Waduk Tukul,” ujar Didik. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/