23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Sah! UMK Pacitan 2023 Naik Rp 196.116

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira bagi buruh di Pacitan. Tahun depan upah yang mereka dapatkan bertambah. Ini setelah gubernur menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pacitan 2023 naik.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim 188/889/kpts/013/2022 diketahui bahwa UMK Pacitan tahun depan meningkat 10 persen dibandingkan saat ini. Dari sebelumnya Rp 1.961.154 naik menjadi Rp 2.157.270.

Bahkan, nilai UMK yang ditetapkan oleh gubernur itu lebih besar Rp 57.874 dari hasil penghitungan yang sempat dilakukan dewan pengupahan bulan lalu.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Supriyono mengatakan, UMK 2023 mengalami kenaikan Rp 196.116 dari besaran tahun ini.

‘’Sesuai keputusan gubernur, kenaikan UMK Pacitan sekitar 10 persen. Nilai itu lebih tinggi dari usulan kami 7 persen,’’ katanya, Kamis (8/12).

Setelah ditetapkan, selanjutnya besaran UMK tersebut disosialisasikan kepada para pengusaha dan pekerja di Pacitan. Supriyono juga menegaskan perusahaan tidak bisa lagi melakukan penangguhan UMK.

Baca Juga :  HUT Ke-76 Semakin Meriah, BNI Promosikan UMKM Binaan

Sebaliknya, apabila tak sanggup membayar sesuai besaran yang telah ditetapkan mesti ada kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. ‘’Kami memprediksi para pengusaha bakal merasa keberatan dengan penetapan UMK 2023,’’ ungkapnya.

Saat ini, menurutnya, masih ada perusahaan yang menggaji para pekerjanya di bawah UMK. Kondisi tersebut lumrah asalkan ada kesepakatan kontrak. Namun, apabila dokumen itu tak ada, pihaknya bisa saja menindak jika ada laporan masuk.

‘’Sebenarnya kalau (upah) Rp 2 juta itu termasuk angka besar bagi pekerja di Pacitan,’’ kata Supriyono.

Selain itu, lanjut dia, dalam SK gubernur tersebut terdapat beberapa klausul yang wajib dipertimbangkan para pengusaha. Seperti dilarang menurunkan upah dari yang telah ditetapkan saat ini hingga klasul penyertaan penggunaan UMK tersebut.

SK itu juga menjelaskan bahwa UMK hanya berlaku bagi buruh yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. ‘’Contohnya, seperti kontrak kerja yang di bawah satu tahun borongan seperti itu,’’ pungkas Supriyono. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira bagi buruh di Pacitan. Tahun depan upah yang mereka dapatkan bertambah. Ini setelah gubernur menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pacitan 2023 naik.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim 188/889/kpts/013/2022 diketahui bahwa UMK Pacitan tahun depan meningkat 10 persen dibandingkan saat ini. Dari sebelumnya Rp 1.961.154 naik menjadi Rp 2.157.270.

Bahkan, nilai UMK yang ditetapkan oleh gubernur itu lebih besar Rp 57.874 dari hasil penghitungan yang sempat dilakukan dewan pengupahan bulan lalu.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Supriyono mengatakan, UMK 2023 mengalami kenaikan Rp 196.116 dari besaran tahun ini.

‘’Sesuai keputusan gubernur, kenaikan UMK Pacitan sekitar 10 persen. Nilai itu lebih tinggi dari usulan kami 7 persen,’’ katanya, Kamis (8/12).

Setelah ditetapkan, selanjutnya besaran UMK tersebut disosialisasikan kepada para pengusaha dan pekerja di Pacitan. Supriyono juga menegaskan perusahaan tidak bisa lagi melakukan penangguhan UMK.

Baca Juga :  Versi BPS, Pacitan Defisit 6.500 Ton Beras

Sebaliknya, apabila tak sanggup membayar sesuai besaran yang telah ditetapkan mesti ada kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. ‘’Kami memprediksi para pengusaha bakal merasa keberatan dengan penetapan UMK 2023,’’ ungkapnya.

Saat ini, menurutnya, masih ada perusahaan yang menggaji para pekerjanya di bawah UMK. Kondisi tersebut lumrah asalkan ada kesepakatan kontrak. Namun, apabila dokumen itu tak ada, pihaknya bisa saja menindak jika ada laporan masuk.

‘’Sebenarnya kalau (upah) Rp 2 juta itu termasuk angka besar bagi pekerja di Pacitan,’’ kata Supriyono.

Selain itu, lanjut dia, dalam SK gubernur tersebut terdapat beberapa klausul yang wajib dipertimbangkan para pengusaha. Seperti dilarang menurunkan upah dari yang telah ditetapkan saat ini hingga klasul penyertaan penggunaan UMK tersebut.

SK itu juga menjelaskan bahwa UMK hanya berlaku bagi buruh yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. ‘’Contohnya, seperti kontrak kerja yang di bawah satu tahun borongan seperti itu,’’ pungkas Supriyono. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru