alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Talut Jembatan Semanten Ambrol

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras Senin lalu (8/2) mengakibatkan Sungai Sambong meluap. Dampaknya, jembatan dan akses jalur Pacitan-Ponorogo di Desa Semanten terancam longsor. Talut sungai sepanjang 10 meter di bawah jembatan tersebut ambrol. ‘’Hujan mulai pukul 13.00 sampai 15.00, derasnya arus membuat tepian sungai terkikis,’’ kata Tsaabilien, warga setempat, Selasa (9/2).

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir kejadian seperti ini beberapa kali terjadi. Sepekan lalu, misalnya, talut sungai sisi selatan, sekitar 50 meter sebelah barat jembatan, juga ambrol 100 meter. Itu terjadi lantaran sungai semakin dalam, material tanah di dasar sungai terbawa arus. ‘’Jadi, plengsengan menggantung,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gandeng Pihak Ketiga Ringankan Derita Keluarga Surati

Abrasi sungai dekat rumahnya itu acap terjadi saat musim penghujan. Dia pun waswas. Apalagi jika wilayah barat hujan lebat, air bah bisa datang tiba-tiba. ‘’Saya selalu koordinasi dengan petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui handy talky (HT),’’ ungkapnya sembari berharap pihak terkait mencarikan solusinya. (mg5/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras Senin lalu (8/2) mengakibatkan Sungai Sambong meluap. Dampaknya, jembatan dan akses jalur Pacitan-Ponorogo di Desa Semanten terancam longsor. Talut sungai sepanjang 10 meter di bawah jembatan tersebut ambrol. ‘’Hujan mulai pukul 13.00 sampai 15.00, derasnya arus membuat tepian sungai terkikis,’’ kata Tsaabilien, warga setempat, Selasa (9/2).

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir kejadian seperti ini beberapa kali terjadi. Sepekan lalu, misalnya, talut sungai sisi selatan, sekitar 50 meter sebelah barat jembatan, juga ambrol 100 meter. Itu terjadi lantaran sungai semakin dalam, material tanah di dasar sungai terbawa arus. ‘’Jadi, plengsengan menggantung,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berkenalan dengan Pahlawan Kesehatan Indonesia: Prof. Sri Rezeki Hadinegoro

Abrasi sungai dekat rumahnya itu acap terjadi saat musim penghujan. Dia pun waswas. Apalagi jika wilayah barat hujan lebat, air bah bisa datang tiba-tiba. ‘’Saya selalu koordinasi dengan petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui handy talky (HT),’’ ungkapnya sembari berharap pihak terkait mencarikan solusinya. (mg5/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/