alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Tren Kasus Penularan Covid-19 di Pacitan Landai

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren penularan Omicron terbilang lebih cepat dari varian Covid-19 lainnya. Namun, tingkat kesembuhannya relatif singkat. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa takut berlebihan.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengatakan, masifnya persebaran Omicron di sejumlah daerah belakangan menggugah perhatian Pemprov Jatim. Beberapa waktu lalu, seluruh forkopimda di provinsi ini dikumpulkan. ‘’Kami diperingatkan bahwa ada tiga kategori warga yang wajib waspada, yaitu lansia, komorbid, dan pengidap obesitas,’’ ujarnya, Kamis (10/2).

Tiga kategori itu memiliki risiko terpapar lebih tinggi. Sebaliknya, pasien tanpa gejala (OTG) yang terpapar Omicron tak membutuhkan perawatan khusus. Cukup isolasi mandiri (isoman) tanpa perlu ke rumah sakit. Sehingga tidak terlalu membebani kinerja tenaga medis. ‘’Yang OTG tidak perlu buru-buru ke rumah sakit, isoman saja cukup,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Siswa Disabilitas Dibelajari Ngaji dan Salat

Disinggung peningkatan level PPKM mandiri tingkat kabupaten, Ronny menilai kondisi tersebut tak perlu dilakukan daerah. Apalagi, di Pacitan tak banyak temuan kasus. Peningkatkan level justru berimplikasi buruk terhadap ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Konsekuensinya, warga selalu kooperatif menerapkan protokol kesehatan. ‘’Kalau nggak mau levelnya (PPKM, Red) meningkat, semua harus berkolaborasi dengan baik,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren penularan Omicron terbilang lebih cepat dari varian Covid-19 lainnya. Namun, tingkat kesembuhannya relatif singkat. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa takut berlebihan.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengatakan, masifnya persebaran Omicron di sejumlah daerah belakangan menggugah perhatian Pemprov Jatim. Beberapa waktu lalu, seluruh forkopimda di provinsi ini dikumpulkan. ‘’Kami diperingatkan bahwa ada tiga kategori warga yang wajib waspada, yaitu lansia, komorbid, dan pengidap obesitas,’’ ujarnya, Kamis (10/2).

Tiga kategori itu memiliki risiko terpapar lebih tinggi. Sebaliknya, pasien tanpa gejala (OTG) yang terpapar Omicron tak membutuhkan perawatan khusus. Cukup isolasi mandiri (isoman) tanpa perlu ke rumah sakit. Sehingga tidak terlalu membebani kinerja tenaga medis. ‘’Yang OTG tidak perlu buru-buru ke rumah sakit, isoman saja cukup,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dua Bulan Nihil Pasien Covid-19, Wisma Atlet Pacitan Bakal Ditutup?

Disinggung peningkatan level PPKM mandiri tingkat kabupaten, Ronny menilai kondisi tersebut tak perlu dilakukan daerah. Apalagi, di Pacitan tak banyak temuan kasus. Peningkatkan level justru berimplikasi buruk terhadap ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Konsekuensinya, warga selalu kooperatif menerapkan protokol kesehatan. ‘’Kalau nggak mau levelnya (PPKM, Red) meningkat, semua harus berkolaborasi dengan baik,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/