alexametrics
31.7 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Pacitan PPKM Level 3, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Lanjut

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – PPKM level 3 tak banyak mengubah aktivitas sosial kemasyarakatan di Pacitan. Sampai kini sekolah tetap diperbolehkan melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM). Tak ada yang sampai melangsungkan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka memandang tak perlu melakukan pembatasan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Meski tren Covid-19 meningkat pesat, PTM tetap boleh digas. ‘’Tidak perlu seekstrem itu,’’ ujarnya, Kamis (10/3).

Hendra hanya meminta tiap sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan. Agar seluruh siswa dan guru yang berinteraksi setiap harinya terhindarkan dari potensi terpapar korona. Jika ada yang sakit dan terindikasi positif segera diarahkan untuk memeriksakan diri lalu isolasi mandiri. ‘’Yang sakit tidak usah masuk sekolah dulu supaya tidak menulari lainnya,’’ terang Hendra.

Baca Juga :  Kini PPKM Level 4 Kota Madiun Tak Seketat Dulu

Dia meminta guru dan siswa yang belum disuntik antibodi lekas mengantre ke pos vaksinasi. Baik untuk penyuntikan dosis pertama maupun kedua. Progres vaksinasi anak usia 6-11 tahun sejauh ini mencapai 96 persen. Penyuntikan dosis kedua progresnya 88 persen. ‘’Harus terus didorong agar semuanya dapat tervaksin, guru harus memberikan contoh yang baik,’’ imbaunya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – PPKM level 3 tak banyak mengubah aktivitas sosial kemasyarakatan di Pacitan. Sampai kini sekolah tetap diperbolehkan melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM). Tak ada yang sampai melangsungkan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka memandang tak perlu melakukan pembatasan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Meski tren Covid-19 meningkat pesat, PTM tetap boleh digas. ‘’Tidak perlu seekstrem itu,’’ ujarnya, Kamis (10/3).

Hendra hanya meminta tiap sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan. Agar seluruh siswa dan guru yang berinteraksi setiap harinya terhindarkan dari potensi terpapar korona. Jika ada yang sakit dan terindikasi positif segera diarahkan untuk memeriksakan diri lalu isolasi mandiri. ‘’Yang sakit tidak usah masuk sekolah dulu supaya tidak menulari lainnya,’’ terang Hendra.

Baca Juga :  Akhirnya Masa ’’Magang’’, Suparlan Pimpin DPUPR Pacitan

Dia meminta guru dan siswa yang belum disuntik antibodi lekas mengantre ke pos vaksinasi. Baik untuk penyuntikan dosis pertama maupun kedua. Progres vaksinasi anak usia 6-11 tahun sejauh ini mencapai 96 persen. Penyuntikan dosis kedua progresnya 88 persen. ‘’Harus terus didorong agar semuanya dapat tervaksin, guru harus memberikan contoh yang baik,’’ imbaunya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/