alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Tekan Risiko Laka Laut, Nelayan Pacitan Diminta Kenakan Pelampung

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bahaya alam mengancam keselamatan nelayan selama mengarungi lautan. Sayangnya, prosedural menjaga keselamatan di perairan itu kerap terabaikan. Tak sedikit pelaku bahari yang enggan mengenakan peranti keselamatan seperti rompi atau pelampung.

Sekretaris Dinas Perikanan Pacitan Bambang Marhaendrawan mengamini tak sedikit nelayan yang ogah menggunakan peranti keselamatan diri. Meskipun rata-rata pandai berenang, seyogianya pelampung tetap disiapkan. Apalagi cuaca laut selatan sulit diprediksi. Pihaknya terus menyosialisasikan agar nelayan menyertakan pelampung. ‘’Kalau tidak dikenakan, minimal dibawa setiap melaut,’’ ujarnya, Kamis (10/3).

Ajakan menjaga keselamatan itu kerap diserukan ke kalangan pengusaha kapal. Agar membekali anak buahnya dengan sarana-prasarana penunjang keselamatan. Seruan itu pun kerap disampaikan ke kepala desa yang wilayahnya menjadi pendaratan kapal. Baik di Pelabuhan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, maupun Pantai Wawaran di Desa Sidomulyo. ‘’Setiap ada kesempatan, kami pun memfasilitasi alat-alat keselamatan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tanamkan Filosofi Bertani pada Generasi Muda

Selain pelampung, beberapa alat tambahan perlu disiapkan sebelum melaut. Seperti GPS, alat navigasi, hingga komunikasi. Agar titik koordinat kapal selalu terpantau dan tidak terkendala saat hendak kembali ke darat. ‘’Kami juga menekankan pentingnya memiliki asuransi keselamatan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bahaya alam mengancam keselamatan nelayan selama mengarungi lautan. Sayangnya, prosedural menjaga keselamatan di perairan itu kerap terabaikan. Tak sedikit pelaku bahari yang enggan mengenakan peranti keselamatan seperti rompi atau pelampung.

Sekretaris Dinas Perikanan Pacitan Bambang Marhaendrawan mengamini tak sedikit nelayan yang ogah menggunakan peranti keselamatan diri. Meskipun rata-rata pandai berenang, seyogianya pelampung tetap disiapkan. Apalagi cuaca laut selatan sulit diprediksi. Pihaknya terus menyosialisasikan agar nelayan menyertakan pelampung. ‘’Kalau tidak dikenakan, minimal dibawa setiap melaut,’’ ujarnya, Kamis (10/3).

Ajakan menjaga keselamatan itu kerap diserukan ke kalangan pengusaha kapal. Agar membekali anak buahnya dengan sarana-prasarana penunjang keselamatan. Seruan itu pun kerap disampaikan ke kepala desa yang wilayahnya menjadi pendaratan kapal. Baik di Pelabuhan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, maupun Pantai Wawaran di Desa Sidomulyo. ‘’Setiap ada kesempatan, kami pun memfasilitasi alat-alat keselamatan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Telaten Mempertahankan Wayang di Tengah Gerusan Zaman

Selain pelampung, beberapa alat tambahan perlu disiapkan sebelum melaut. Seperti GPS, alat navigasi, hingga komunikasi. Agar titik koordinat kapal selalu terpantau dan tidak terkendala saat hendak kembali ke darat. ‘’Kami juga menekankan pentingnya memiliki asuransi keselamatan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/