alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Hasil Swab OTG Kabur Negatif

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Masih ingat dengan satu keluarga berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang kabur beberapa waktu lalu? Selasa (9/6) Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan menyatakan empat dari lima anggota keluarga asal Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo, itu negatif virus korona.

Kepastian itu diperoleh setelah diterimanya hasil pemeriksaan spesimen keluarga tersebut dari BBLK Surabaya Senin lalu (8/6). ‘’Meski hasilnya (swab test) negatif, mereka tetap kami larang untuk bepergian,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto.

Dengan kata lain, keluarga itu harus menjalani karantina selama 14 hari. Apalagi beberapa hari ke depan mereka akan dilakukan swab test kedua. ‘’Kami hanya melakukan antisipasi. Jadi, kami lakukan tes dua kali,’’ ujar kepada diskominfo itu.

Baca Juga :  Berstatus PDP, Remaja 18 Tahun Meninggal

Lantas bagaimana dengan satu anggota keluarga tersebut yang masih belum juga ditemukan? Rahmad mengaku proses pencarian terhadap yang bersangkutan tetap dilakukan. Dia mendapat informasi OTG tersebut kembali ke pondok pesantren (ponpes) di Temboro. ‘’Dari keterangan kedua orang tuanya, anak ini tidak membawa alat komunikasi ketika pergi dari rumah,’’ bebernya.

Pihaknya berharap OTG itu bisa kooperatif. Sehingga penularan Covid-19 bisa dicegah. ‘’Sementara kami fokuskan dulu yang ada di sini. Sedangkan, untuk keberadaan satu santri itu kami tunggu perkembangannya seperti apa,’’ ujar Rahmad. (gen/c1/her)

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Masih ingat dengan satu keluarga berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang kabur beberapa waktu lalu? Selasa (9/6) Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan menyatakan empat dari lima anggota keluarga asal Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo, itu negatif virus korona.

Kepastian itu diperoleh setelah diterimanya hasil pemeriksaan spesimen keluarga tersebut dari BBLK Surabaya Senin lalu (8/6). ‘’Meski hasilnya (swab test) negatif, mereka tetap kami larang untuk bepergian,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto.

Dengan kata lain, keluarga itu harus menjalani karantina selama 14 hari. Apalagi beberapa hari ke depan mereka akan dilakukan swab test kedua. ‘’Kami hanya melakukan antisipasi. Jadi, kami lakukan tes dua kali,’’ ujar kepada diskominfo itu.

Baca Juga :  Program Mudik Gratis Laris Manis

Lantas bagaimana dengan satu anggota keluarga tersebut yang masih belum juga ditemukan? Rahmad mengaku proses pencarian terhadap yang bersangkutan tetap dilakukan. Dia mendapat informasi OTG tersebut kembali ke pondok pesantren (ponpes) di Temboro. ‘’Dari keterangan kedua orang tuanya, anak ini tidak membawa alat komunikasi ketika pergi dari rumah,’’ bebernya.

Pihaknya berharap OTG itu bisa kooperatif. Sehingga penularan Covid-19 bisa dicegah. ‘’Sementara kami fokuskan dulu yang ada di sini. Sedangkan, untuk keberadaan satu santri itu kami tunggu perkembangannya seperti apa,’’ ujar Rahmad. (gen/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/