alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Dua CJH Pacitan Jalani Swab Ulang

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Cobaan datang tak diduga-duga. Seperti yang menimpa dua calon jemaah haji (CJH) asal Pacitan ini. Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, itu seharusnya dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Sayangnya, mereka terpapar Covid-19. Ujian itu masih dijalani keduanya hingga kemarin (9/6). ‘’Dijadwalkan swab ulang hari ini,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka, Jumat (10/6).

Sesuai prosedur, pasien Covid-19 harus menjalani isolasi. Ketentuan itu juga dilakoni kedua CJH yang batal berangkat ke Tanah Suci. Mereka harus menjalani isolasi minimal lima hari. ‘’Di hari kelima setelah terkonfirmasi positif, kami akan tes ulang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Klaten Edarkan Obat Terlarang di Pacitan

Hendra memaklumi bahwa kedua CJH berharap segera bisa dites swab ulang. Sayangnya, tes PCR berbeda dengan antigen yang dapat langsung diketahui. Perlu uji lab untuk mengetahui hasil sampel dari tes PCR. ‘’Kami belum punya alat PCR sendiri, jadi harus dikirim ke Surabaya. Tentu butuh waktu,’’ ungkapnya.

Saat ini, pengawasan kesehatan terhadap kedua CJH terus dilakukan. Selain mereka, dinkes juga mengambil sampel swab dari dua keluarga lain untuk mengantisipasi penularan virus korona. ‘’Kami harapkan kedua CJH bersabar. Kami optimistis mereka bisa segera membaik karena tidak ada tanda-tanda komorbid,’’ pungkasnya. (gen/c1/naz)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Cobaan datang tak diduga-duga. Seperti yang menimpa dua calon jemaah haji (CJH) asal Pacitan ini. Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, itu seharusnya dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Sayangnya, mereka terpapar Covid-19. Ujian itu masih dijalani keduanya hingga kemarin (9/6). ‘’Dijadwalkan swab ulang hari ini,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka, Jumat (10/6).

Sesuai prosedur, pasien Covid-19 harus menjalani isolasi. Ketentuan itu juga dilakoni kedua CJH yang batal berangkat ke Tanah Suci. Mereka harus menjalani isolasi minimal lima hari. ‘’Di hari kelima setelah terkonfirmasi positif, kami akan tes ulang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jaring Calon Jemaah Umrah, Altur Wisata Mulia Buka Cabang Baru di Madiun

Hendra memaklumi bahwa kedua CJH berharap segera bisa dites swab ulang. Sayangnya, tes PCR berbeda dengan antigen yang dapat langsung diketahui. Perlu uji lab untuk mengetahui hasil sampel dari tes PCR. ‘’Kami belum punya alat PCR sendiri, jadi harus dikirim ke Surabaya. Tentu butuh waktu,’’ ungkapnya.

Saat ini, pengawasan kesehatan terhadap kedua CJH terus dilakukan. Selain mereka, dinkes juga mengambil sampel swab dari dua keluarga lain untuk mengantisipasi penularan virus korona. ‘’Kami harapkan kedua CJH bersabar. Kami optimistis mereka bisa segera membaik karena tidak ada tanda-tanda komorbid,’’ pungkasnya. (gen/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/