alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Balai Bahasa Jawa Timur Kampanye Bahasa Media Luar Ruang

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) terus kampanye bahasa media luar ruang di Pacitan. Institusi itu menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada peserta dari lembaga pemerintahan, pendidikan, dan swasta. Pelaksanaannya selama dua hari sejak Rabu (9/10) di Aula STKIP PGRI Pacitan. ‘’Penggunaan nama pada bangunan, papan penunjuk, tempat usaha, atau lainnya,’’ kata  Hero Patrianto, perwakilan BBJT.

Hero berharap pelaku media luar ruang bisa memuat pesan informasi dengan bahasa menarik. Tanpa mengurangi kualitas atau kebenaran kaidah bahasa Indonesia. Sebab, belakangan banyak media luar ruang yang mengutamakan bahasa asing. Sedangkan tidak semua masyarakat memahami artinya. ‘’Alangkah lebih baik mengutamakan untuk masyarakat Indonesia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Gandeng PLN Sambung Listrik Ribuan Warga Pra Sejahtera

Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dindik Pacitan Sriati Wulansih menyebut, penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang cukup penting. Mengingat informasinya dinikmati masyarakat luas. Instansi pemerintahan, pendidikan, atau swasta diharapkan tidak keliru dalam menggunakan bahasa Indonesia. ‘’Misalnya, huruf kapital, pemenggalan kata, hingga pemilihan dan penataan kalimat,’’ ucapnya.

Kendati demikian, dia tidak mengharamkan penggunaan bahasa asing. Mengingat kabupaten ini kaya objek wisata. Destinasinya memikat para turis.  ‘’Cuma bahasa Indonesia sebagai bahasa negara perlu diutamakan,’’ katanya. (odi/c1/cor/adv)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) terus kampanye bahasa media luar ruang di Pacitan. Institusi itu menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada peserta dari lembaga pemerintahan, pendidikan, dan swasta. Pelaksanaannya selama dua hari sejak Rabu (9/10) di Aula STKIP PGRI Pacitan. ‘’Penggunaan nama pada bangunan, papan penunjuk, tempat usaha, atau lainnya,’’ kata  Hero Patrianto, perwakilan BBJT.

Hero berharap pelaku media luar ruang bisa memuat pesan informasi dengan bahasa menarik. Tanpa mengurangi kualitas atau kebenaran kaidah bahasa Indonesia. Sebab, belakangan banyak media luar ruang yang mengutamakan bahasa asing. Sedangkan tidak semua masyarakat memahami artinya. ‘’Alangkah lebih baik mengutamakan untuk masyarakat Indonesia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Desak Eksekutif Tingkatkan PAD dan Belanja Langsung

Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dindik Pacitan Sriati Wulansih menyebut, penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang cukup penting. Mengingat informasinya dinikmati masyarakat luas. Instansi pemerintahan, pendidikan, atau swasta diharapkan tidak keliru dalam menggunakan bahasa Indonesia. ‘’Misalnya, huruf kapital, pemenggalan kata, hingga pemilihan dan penataan kalimat,’’ ucapnya.

Kendati demikian, dia tidak mengharamkan penggunaan bahasa asing. Mengingat kabupaten ini kaya objek wisata. Destinasinya memikat para turis.  ‘’Cuma bahasa Indonesia sebagai bahasa negara perlu diutamakan,’’ katanya. (odi/c1/cor/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/