alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Bupati Aji Ibaratkan Kritik seperti Jamu

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun –  Indrata Nur Bayuaji bukan tipikal bupati antikritik. Baginya, kritik itu ibarat jamu. Asalkan dosis yang diberikan pas, justru dapat memberikan daya dorong yang tepat bagi arah kebijakan pembangunan daerah. Dia sepakat dengan apa yang disampaikan mantan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kritik ibarat jamu. ’’Kalau dosisnya terlalu banyak bisa keracunan, tapi kalau pas bisa menyembuhkan,’’ tutur bupati Pacitan itu kemarin (10/2).

Aji –sapaan Indrata Nur Bayuaji– berharap Hari Pers Nasional (HPN) 2022 ini menjadi pelecut semangat awak media di Pacitan. Para pewarta senantiasa menjadi teman diskusi yang baik. Sehingga dapat menyertai arah perkembangan kebijakan di Pacitan. Bupati berharap awak media dapat menyajikan berita secara berimbang. Karena pers-lah yang bisa melihat suatu objek dari berbagai angle (sudut) secara utuh. ’’Sehingga masyarakat dapat menerima informasi dengan benar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Puskesmas di Pacitan Dibangun di Atas Tanah Kas Desa

Aji percaya peran pers semakin besar di era perkembangan informasi dewasa ini. Ketika masyarakat semakin mudah mengakses informasi, pers hadir memberikan pencerahan. Sebagai ujung tombak informasi, pers juga harus getol menyampaikan progres penanganan korona di masa pandemi ini. ‘’Tak selamanya bad news is a good news,’’ sebutnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun –  Indrata Nur Bayuaji bukan tipikal bupati antikritik. Baginya, kritik itu ibarat jamu. Asalkan dosis yang diberikan pas, justru dapat memberikan daya dorong yang tepat bagi arah kebijakan pembangunan daerah. Dia sepakat dengan apa yang disampaikan mantan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kritik ibarat jamu. ’’Kalau dosisnya terlalu banyak bisa keracunan, tapi kalau pas bisa menyembuhkan,’’ tutur bupati Pacitan itu kemarin (10/2).

Aji –sapaan Indrata Nur Bayuaji– berharap Hari Pers Nasional (HPN) 2022 ini menjadi pelecut semangat awak media di Pacitan. Para pewarta senantiasa menjadi teman diskusi yang baik. Sehingga dapat menyertai arah perkembangan kebijakan di Pacitan. Bupati berharap awak media dapat menyajikan berita secara berimbang. Karena pers-lah yang bisa melihat suatu objek dari berbagai angle (sudut) secara utuh. ’’Sehingga masyarakat dapat menerima informasi dengan benar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Maksimal, Pembangunan Lanal Jalan di Tempat

Aji percaya peran pers semakin besar di era perkembangan informasi dewasa ini. Ketika masyarakat semakin mudah mengakses informasi, pers hadir memberikan pencerahan. Sebagai ujung tombak informasi, pers juga harus getol menyampaikan progres penanganan korona di masa pandemi ini. ‘’Tak selamanya bad news is a good news,’’ sebutnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/