alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pacitan Nihil Sebaran Klaster Pendidikan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan paparan korona yang menjangkiti anak-anak di sejumlah daerah patut diwaspadai. Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan bakal meningkatkan pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM).

Kadindik Pacitan Budiyanto mengatakan, Kemendikbud per 31 Januari lalu memberi kewenangan bagi setiap daerah untuk memangkas durasi pembelajaran. Namun, merujuk asesmen terakhir, situasi di Pacitan masih memungkinkan untuk tetap melangsungkan PTM 100 persen. Tak satu pun kasus ditemukan di kalangan guru maupun peserta didik di Pacitan. ‘’Kami diizinkan untuk mengevaluasi PTM,’’ ujarnya, Jumat (11/2).

Budiyanto tak mengharapkan kelancaran PTM dua bulan belakangan kandas di tengah jalan. Karenanya, tiap sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap orang tua juga aktif memantau kesehatan anaknya. Jika flu atau batuk, sebaiknya menunda keberangkatan ke sekolah. ‘’Orang tua juga harus bisa asesmen anaknya, jika sakit lekas diperiksakan,’’ imbau mantan inspektur Inspektorat itu.

Baca Juga :  Awak Bus Antarkota Dites Urine Satnarkoba Polres Pacitan

Disinggung adanya pasien Covid-19 di lingkup desa, Budiyanto memasrahkan penanganannya kepada dinas kesehatan (dinkes). Bila dirasa membahayakan, kelangsungan pembelajaran di sekolah terdekat dapat ditangguhkan. Sembari menantikan tracing di wilayah tersebut kelar. ‘’Kami harus lihat hasil tracing-nya sejauh mana, tingkat persebarannya seperti apa dulu,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan paparan korona yang menjangkiti anak-anak di sejumlah daerah patut diwaspadai. Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan bakal meningkatkan pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM).

Kadindik Pacitan Budiyanto mengatakan, Kemendikbud per 31 Januari lalu memberi kewenangan bagi setiap daerah untuk memangkas durasi pembelajaran. Namun, merujuk asesmen terakhir, situasi di Pacitan masih memungkinkan untuk tetap melangsungkan PTM 100 persen. Tak satu pun kasus ditemukan di kalangan guru maupun peserta didik di Pacitan. ‘’Kami diizinkan untuk mengevaluasi PTM,’’ ujarnya, Jumat (11/2).

Budiyanto tak mengharapkan kelancaran PTM dua bulan belakangan kandas di tengah jalan. Karenanya, tiap sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap orang tua juga aktif memantau kesehatan anaknya. Jika flu atau batuk, sebaiknya menunda keberangkatan ke sekolah. ‘’Orang tua juga harus bisa asesmen anaknya, jika sakit lekas diperiksakan,’’ imbau mantan inspektur Inspektorat itu.

Baca Juga :  Dikucuri Rp 1,3 Miliar, UNBK Masih Numpang

Disinggung adanya pasien Covid-19 di lingkup desa, Budiyanto memasrahkan penanganannya kepada dinas kesehatan (dinkes). Bila dirasa membahayakan, kelangsungan pembelajaran di sekolah terdekat dapat ditangguhkan. Sembari menantikan tracing di wilayah tersebut kelar. ‘’Kami harus lihat hasil tracing-nya sejauh mana, tingkat persebarannya seperti apa dulu,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/