alexametrics
25.6 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Klaster Tarawih Jangkit 12 Jamaah

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hitungan hari jelang Lebaran, sebaran korona menggila di Pacitan. Per Senin (10/5) tak kurang dari 30 warga terkonfirmasi positif. Dua belas di antaranya diduga berasal dari klaster Tarawih.

Plt Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka menduga pecah klaster di tempat ibadah itu disebabkan kurangnya perhatian dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Selain 12 jamaah yang dinyatakan positif, tiga pasien tertular dan satu meninggal dunia sehari sebelumnya. ‘’Kita cukup prihatin dengan sebaran terbaru ini,’’ ujarnya, Selasa (11/5).

Hendra memastikan salah satu musala endemik di Tanjungsari, Pacitan, itu telah disterilisasi. Bahkan, ditutup sementara dari berbagai aktivitas masyarakat. Warga sekitar diminta isolasi mandiri selama beberapa hari. Adapun 15 warga positif telah dikarantina di wisma atlet. ‘’Kalau ada yang merasa sakit seperti flu atau kehilangan indra perasa dan penciuman, segera lapor petugas di desa,’’ pintanya.

Baca Juga :  Kopi Kare Cukup Diminati, Layak Diapresiasi

Secara umum, sebaran terbaru ini menjangkiti warga di sejumlah kecamatan. Seperti Donorojo, Ngadirojo, hingga Tulakan. Beberapa kasusnya ditengarai berasal dari perjalanan. ‘’Kami minta masyarakat tidak teledor. Sigap melaporkan jika ada temuan kasus baru,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hitungan hari jelang Lebaran, sebaran korona menggila di Pacitan. Per Senin (10/5) tak kurang dari 30 warga terkonfirmasi positif. Dua belas di antaranya diduga berasal dari klaster Tarawih.

Plt Kepala Dinkes Pacitan Hendra Purwaka menduga pecah klaster di tempat ibadah itu disebabkan kurangnya perhatian dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Selain 12 jamaah yang dinyatakan positif, tiga pasien tertular dan satu meninggal dunia sehari sebelumnya. ‘’Kita cukup prihatin dengan sebaran terbaru ini,’’ ujarnya, Selasa (11/5).

Hendra memastikan salah satu musala endemik di Tanjungsari, Pacitan, itu telah disterilisasi. Bahkan, ditutup sementara dari berbagai aktivitas masyarakat. Warga sekitar diminta isolasi mandiri selama beberapa hari. Adapun 15 warga positif telah dikarantina di wisma atlet. ‘’Kalau ada yang merasa sakit seperti flu atau kehilangan indra perasa dan penciuman, segera lapor petugas di desa,’’ pintanya.

Baca Juga :  Kopi Kare Cukup Diminati, Layak Diapresiasi

Secara umum, sebaran terbaru ini menjangkiti warga di sejumlah kecamatan. Seperti Donorojo, Ngadirojo, hingga Tulakan. Beberapa kasusnya ditengarai berasal dari perjalanan. ‘’Kami minta masyarakat tidak teledor. Sigap melaporkan jika ada temuan kasus baru,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/