alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Mahasiswa Pacitan Minta Dewan Kurangi Anggaran Studi Banding

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rata-rata besaran pengalokasian antara anggaran perbaikan jalan dengan biaya perjalanan dinas OPD dan DPRD selisih tipis. Tiga tahun belakangan, dua porsi anggaran itu hanya terpaut tak lebih dari Rp 5 miliar.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan Muhammad Tonnis mencontohkan, pada 2021 silam pagu anggaran antara perjalanan dinas dan perbaikan jalan selisih Rp 1,1 miliar. ‘’Kami bukannya menganggap perjalanan dinas itu tidak penting, semua kami anggap penting, tapi selisih ini membuat kami miris,’’ kata Tonnis saat audiensi dengan DPRD Pacitan kemarin (10/8).

GMNI Pacitan menuntut adanya pemangkasan pagu perjalanan dinas. Minimal susut hingga 50 persen dari porsi anggaran di tahun mendatang. Abdi negara seyogianya sudi berhemat saat studi banding ke luar kota. Terlebih, jumlah APBD Pacitan cupet dan sampai kini masih dalam bekapan pandemi Covid-19. ‘’Kalau melihat output-nya, kami rasa anggaran infrastruktur itu lebih dirasakan masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pandu Sadeka dan Rani Iswinedar Serasi dalam Berkesenian

Akha, ketua Aliansi Rakyat Pacitan untuk Transparansi Anggaran, menambahkan, infrastruktur jauh lebih berdampak nyata bagi masyarakat. Di Kecamatan Tulakan, misalnya, dia masih mendapati banyaknya jalan rusak. Padahal, itu merupakan kecamatan terbesar di Pacitan. ‘’Kami berharap anggaran dikembalikan ke masyarakat. Di zaman teknologi ini, tatap muka antardaerah bisa lewat Zoom,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

SOROTI DUA POS ANGGARAN

PERJALANAN DINAS OPD DAN DPRD

Rp 46 miliar tahun 2020

Rp 37,5 miliar tahun 2021

Rp 46,7 miliar tahun 2022

Rp 46 miliar tahun 2023

PERBAIKAN, PENINGKATAN, DAN PERAWATAN JALAN

Rp 25 miliar tahun 2020

Rp 38,6 miliar tahun 2021

Rp 48 miliar tahun 2022

Rp 48 miliar tahun 2023

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rata-rata besaran pengalokasian antara anggaran perbaikan jalan dengan biaya perjalanan dinas OPD dan DPRD selisih tipis. Tiga tahun belakangan, dua porsi anggaran itu hanya terpaut tak lebih dari Rp 5 miliar.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan Muhammad Tonnis mencontohkan, pada 2021 silam pagu anggaran antara perjalanan dinas dan perbaikan jalan selisih Rp 1,1 miliar. ‘’Kami bukannya menganggap perjalanan dinas itu tidak penting, semua kami anggap penting, tapi selisih ini membuat kami miris,’’ kata Tonnis saat audiensi dengan DPRD Pacitan kemarin (10/8).

GMNI Pacitan menuntut adanya pemangkasan pagu perjalanan dinas. Minimal susut hingga 50 persen dari porsi anggaran di tahun mendatang. Abdi negara seyogianya sudi berhemat saat studi banding ke luar kota. Terlebih, jumlah APBD Pacitan cupet dan sampai kini masih dalam bekapan pandemi Covid-19. ‘’Kalau melihat output-nya, kami rasa anggaran infrastruktur itu lebih dirasakan masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Terminal Pacitan Temukan Penumpang Belum Vaksin Nekat Bepergian

Akha, ketua Aliansi Rakyat Pacitan untuk Transparansi Anggaran, menambahkan, infrastruktur jauh lebih berdampak nyata bagi masyarakat. Di Kecamatan Tulakan, misalnya, dia masih mendapati banyaknya jalan rusak. Padahal, itu merupakan kecamatan terbesar di Pacitan. ‘’Kami berharap anggaran dikembalikan ke masyarakat. Di zaman teknologi ini, tatap muka antardaerah bisa lewat Zoom,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

SOROTI DUA POS ANGGARAN

PERJALANAN DINAS OPD DAN DPRD

Rp 46 miliar tahun 2020

Rp 37,5 miliar tahun 2021

Rp 46,7 miliar tahun 2022

Rp 46 miliar tahun 2023

PERBAIKAN, PENINGKATAN, DAN PERAWATAN JALAN

Rp 25 miliar tahun 2020

Rp 38,6 miliar tahun 2021

Rp 48 miliar tahun 2022

Rp 48 miliar tahun 2023

Most Read

Artikel Terbaru

/