alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Laporkan Kerusakkan Sungai Brungkah ke BBWS Bengawan Solo

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tohari seperti hidup dalam istana pasir. Tebing di depan rumahnya di Dusun Wonosari, Karangrejo, Arjosari, kian habis terkikis luapan Sungai Brungkah.

Tohari dan 20 kepala keluarga yang tinggal di sisi timur sungai seperti dipaksa menghitung hari. Setiap tahun, tebing yang menjadi pembatas antara hunian dengan sungai kian digerogoti abrasi. Diperparah rusaknya talut dan jalur alternatif saat awal penghujan lalu. ‘’Kalau masih ada jalan setapak bisa putar saat jalan utama tertutup. Tapi, sekarang tanahnya juga ambles,’’ ungkap Tohari, Sabtu (11/12).

Kepala DPUPR Edy Yunan Ahmadi memperhatikan terkikisnya tebing di Sungai Brungkah tersebut. Apalagi, jembatan buatan dinasnya yang menghubungkan permukiman itu juga terancam. Tak ingin terus terulang, beberapa opsi penanganan disiapkan. Mulai darurat hingga permanen. ‘’Kami atasi secepatnya,’’ janjinya.

Baca Juga :  Jalur Lintas Selatan Pacitan Manjakan Mata Pemudik

Menangani infrastruktur terdampak banjir di sekitar Sungai Brungkah tidak mudah. Selain banjir batu tak kunjung rampung, tumpukan material juga membuat alat berat tak bisa dikerahkan. Tanah di kawasan itu gembur sehingga bakal ambles saat dilintasi kendaraan berat. Beruntung, aliran sungai mulai bergeser. Semula persis di dekat permukiman, kini beralih ke sisi barat. ‘’Sisi timur sementara aman. Tapi, kalau sungainya meluap lagi, tentu berbahaya,’’ sebutnya.

Yunan berencana mengajukan perbaikan permanen ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dengan membangun talut permanen dan perbaikan sabo dam. ‘’Kewenangan kami terbatas sehingga hanya dapat menangani secara darurat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tohari seperti hidup dalam istana pasir. Tebing di depan rumahnya di Dusun Wonosari, Karangrejo, Arjosari, kian habis terkikis luapan Sungai Brungkah.

Tohari dan 20 kepala keluarga yang tinggal di sisi timur sungai seperti dipaksa menghitung hari. Setiap tahun, tebing yang menjadi pembatas antara hunian dengan sungai kian digerogoti abrasi. Diperparah rusaknya talut dan jalur alternatif saat awal penghujan lalu. ‘’Kalau masih ada jalan setapak bisa putar saat jalan utama tertutup. Tapi, sekarang tanahnya juga ambles,’’ ungkap Tohari, Sabtu (11/12).

Kepala DPUPR Edy Yunan Ahmadi memperhatikan terkikisnya tebing di Sungai Brungkah tersebut. Apalagi, jembatan buatan dinasnya yang menghubungkan permukiman itu juga terancam. Tak ingin terus terulang, beberapa opsi penanganan disiapkan. Mulai darurat hingga permanen. ‘’Kami atasi secepatnya,’’ janjinya.

Baca Juga :  Gaji ASN Pemkab Pacitan Bulan Desember Telat Bayar

Menangani infrastruktur terdampak banjir di sekitar Sungai Brungkah tidak mudah. Selain banjir batu tak kunjung rampung, tumpukan material juga membuat alat berat tak bisa dikerahkan. Tanah di kawasan itu gembur sehingga bakal ambles saat dilintasi kendaraan berat. Beruntung, aliran sungai mulai bergeser. Semula persis di dekat permukiman, kini beralih ke sisi barat. ‘’Sisi timur sementara aman. Tapi, kalau sungainya meluap lagi, tentu berbahaya,’’ sebutnya.

Yunan berencana mengajukan perbaikan permanen ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dengan membangun talut permanen dan perbaikan sabo dam. ‘’Kewenangan kami terbatas sehingga hanya dapat menangani secara darurat,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/