alexametrics
25.6 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Waspada Hepatitis Misterius, IDI Pacitan: Anak-Anak Dilarang Jajan Sembarangan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum ditemukannya penyakit serupa hepatitis yang menjangkiti anak-anak sejauh ini bukan berarti masyarakat terbebas dari ancaman penularan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan mewanti-wanti pola hidup sehat dengan senantiasa menjaga kebersihan guna meminimalkan risiko terpapar penyakit misterius tersebut.

Wakil Ketua IDI Pacitan Johan Tri Putranto mengatakan, penyakit hepatitis sejatinya bukan hal baru. Pada 2019 silam, kejadian luar biasa (KLB) hepatisis sempat menjalar di Sudimoro selama beberapa bulan. Namun, jenis serangannya tentu berbeda dengan penyakit yang sedang menghebohkan negeri saat ini. Karenanya, harus senantiasa waspada. ‘’Pola hidup sehat harus ditanamkan, utamanya kepada anak. Itu sudah kita terapkan selama pandemi Covid-19. Jadi, baiknya diperketat lagi,’’ ujarnya, Kamis (12/5).

Serupa dengan hepatitis jenis A dan E, Johan menduga penularan hepatitis jenis baru ini lewat makanan dan bahan olahannya. Pencegahannya bisa dilakukan lewat higienitas makanan yang ada. Baik kebersihan bahan maupun alat masak dan cara pengolahannya. Tak terkecuali jajanan di tempat terbuka seperti kantin sekolah maupun lapak PKL di tepi jalan. Anak-anak diimbau agar tak sembarangan jajan. ‘’Alat masaknya itu wajib dicuci dengan air mengalir dan sabun, bukan air dalam bak,’’ tegas kepala Puskesmas Gondosari, Punung, itu.

Baca Juga :  Keluarga Pasien Ke-17 Pacitan Langsung Di-Swab

Selama aturan tersebut ditaati, Johan optimistis anak-anak mampu terhindar dari penyakit misterius ini. Masyarakat juga diimbau agar tak panik berlebihan. Bila menemukan gejala yang mengarah ke hepatitis, lekas merujuk ke layanan kesehatan terdekat. ‘’Masyarakat yang memiliki anak usia SD ke bawah tidak perlu panik, tapi harus waspada,’’ tandasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum ditemukannya penyakit serupa hepatitis yang menjangkiti anak-anak sejauh ini bukan berarti masyarakat terbebas dari ancaman penularan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan mewanti-wanti pola hidup sehat dengan senantiasa menjaga kebersihan guna meminimalkan risiko terpapar penyakit misterius tersebut.

Wakil Ketua IDI Pacitan Johan Tri Putranto mengatakan, penyakit hepatitis sejatinya bukan hal baru. Pada 2019 silam, kejadian luar biasa (KLB) hepatisis sempat menjalar di Sudimoro selama beberapa bulan. Namun, jenis serangannya tentu berbeda dengan penyakit yang sedang menghebohkan negeri saat ini. Karenanya, harus senantiasa waspada. ‘’Pola hidup sehat harus ditanamkan, utamanya kepada anak. Itu sudah kita terapkan selama pandemi Covid-19. Jadi, baiknya diperketat lagi,’’ ujarnya, Kamis (12/5).

Serupa dengan hepatitis jenis A dan E, Johan menduga penularan hepatitis jenis baru ini lewat makanan dan bahan olahannya. Pencegahannya bisa dilakukan lewat higienitas makanan yang ada. Baik kebersihan bahan maupun alat masak dan cara pengolahannya. Tak terkecuali jajanan di tempat terbuka seperti kantin sekolah maupun lapak PKL di tepi jalan. Anak-anak diimbau agar tak sembarangan jajan. ‘’Alat masaknya itu wajib dicuci dengan air mengalir dan sabun, bukan air dalam bak,’’ tegas kepala Puskesmas Gondosari, Punung, itu.

Baca Juga :  Bupati Pacitan Lantik 8 Pejabat Hasil Lelang JPTP

Selama aturan tersebut ditaati, Johan optimistis anak-anak mampu terhindar dari penyakit misterius ini. Masyarakat juga diimbau agar tak panik berlebihan. Bila menemukan gejala yang mengarah ke hepatitis, lekas merujuk ke layanan kesehatan terdekat. ‘’Masyarakat yang memiliki anak usia SD ke bawah tidak perlu panik, tapi harus waspada,’’ tandasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/