alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Agustusan di Balik Jeruji Penjara, Wabin Rutan Pacitan Peringati HUT RI

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga binaan (wabin) bersukacita menyongsong peringatan kemerdekaan Indonesia. Mereka tertawa lepas saat mengikuti berbagai perlombaan Agustusan di Rutan Kelas II-B Pacitan kemarin (11/8).

Kepala Rutan Kelas II-B Pacitan Eko Ari Wibowo mengatakan, lomba Agustusan ini sengaja digelar untuk menghibur wabin. Agar selama menjalani masa hukuman di balik jeruji penjara tetap merasa menjadi bagian dari anak bangsa. Sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme.  ‘’Kami berikan dorongan semangat. Meskipun di sini (rutan, Red), tapi tetap bisa mengikuti peringatan kemerdekaan seperti di luar sana,’’ ujarnya.

Ada empat permainan yang diperlombakan. Mulai makan roti hingga estafet kelereng, air, dan tepung. Wabin terbagi dalam beberapa tim yang saling adu ketangkasan. ‘’Kami harapkan mereka tetap percaya diri, dan setelah bebas kelak dapat berbaur dengan masyarakat,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Susah Mencari Siswa Baru

Panggih, salah seorang warga binaan, mengaku senang. Dia merasakan betul kerukunan dan kebersamaan sesama wabin dan petugas rutan. Rasa penat berada di balik jeruji besi sejenak terlupakan, berganti gelak tawa bersama rekan senasib sepenahanan. ‘’Lewat perlombaan ini kami bisa merasakan kerukunan bersama teman-teman,’’ ujarnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga binaan (wabin) bersukacita menyongsong peringatan kemerdekaan Indonesia. Mereka tertawa lepas saat mengikuti berbagai perlombaan Agustusan di Rutan Kelas II-B Pacitan kemarin (11/8).

Kepala Rutan Kelas II-B Pacitan Eko Ari Wibowo mengatakan, lomba Agustusan ini sengaja digelar untuk menghibur wabin. Agar selama menjalani masa hukuman di balik jeruji penjara tetap merasa menjadi bagian dari anak bangsa. Sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme.  ‘’Kami berikan dorongan semangat. Meskipun di sini (rutan, Red), tapi tetap bisa mengikuti peringatan kemerdekaan seperti di luar sana,’’ ujarnya.

Ada empat permainan yang diperlombakan. Mulai makan roti hingga estafet kelereng, air, dan tepung. Wabin terbagi dalam beberapa tim yang saling adu ketangkasan. ‘’Kami harapkan mereka tetap percaya diri, dan setelah bebas kelak dapat berbaur dengan masyarakat,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kunjungan Selama 2019, 2 Juta Orang Liburan di Pacitan

Panggih, salah seorang warga binaan, mengaku senang. Dia merasakan betul kerukunan dan kebersamaan sesama wabin dan petugas rutan. Rasa penat berada di balik jeruji besi sejenak terlupakan, berganti gelak tawa bersama rekan senasib sepenahanan. ‘’Lewat perlombaan ini kami bisa merasakan kerukunan bersama teman-teman,’’ ujarnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/