alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Banjir Batu Terus-terusan Terjang Anak Sungai Grindulu

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Banjir batu di Sungai Brungkah, Karangrejo, Arjosari, seakan tiada habisnya. Baru rampung dibersihkan Selasa lalu (9/11), material batu dari Gunung Parangan kembali terhanyut arus dan meluap di anak Sungai Grindulu itu Jumat (12/11). Banjir batu kali ini lebih besar hingga melumpuhkan kembali akses Karangrejo-Karanggede.

Suwardi, warga setempat, mengatakan, lahar batu mulai terhanyut arus seiring hujan yang mengguyur sejak Rabu pagi (10/11). Material itu mulai berguguran sekitar pukul 11.00. Dua jam setelah alat berat membersihkan material yang menutup jalan dan sungai. Selang semalam, banjir terulang dan kembali melumpuhkan akses warga. ‘’Sejak malam mulai turun lagi batunya. Pagi ini (kemarin, Red) paling parah dari sebelumnya,’’ ungkapnya, Jumat (12/11).

Baca Juga :  Sudet Sungai Grindulu, Pemkab Pacitan Kerahkan Alat Berat

Melihat ancaman banjir batu yang berulang, Suwardi berharap ada penanganan jangka panjang. Dia geram lantaran empat tahun terakhir akses utama desanya kerap buntu tertutup batu. Hal itu sangat mengganggu aktivitas dan perekonomian warga. ‘’Warga dari Karanggede kalau ke kota harus lewat sini. Sekarang harus lewat jalur alternatif tepi tebing itu,’’ tunjuknya.

Suwardi cemas luapan material batu yang tak kunjung terhenti bakal membuat pendangkalan anak Grindulu di desanya kian menjadi. Terlebih, puluhan kepala keluarga (KK) tinggal di seberang sungai tak jauh dari pusatnya banjir batu tersebut. Dikhawatirkan pula tepian batas permukiman kian terkikis. ‘’Dulu sudah pernah ada yang ngungsi karena halamannya terkikis sungai,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Banjir batu di Sungai Brungkah, Karangrejo, Arjosari, seakan tiada habisnya. Baru rampung dibersihkan Selasa lalu (9/11), material batu dari Gunung Parangan kembali terhanyut arus dan meluap di anak Sungai Grindulu itu Jumat (12/11). Banjir batu kali ini lebih besar hingga melumpuhkan kembali akses Karangrejo-Karanggede.

Suwardi, warga setempat, mengatakan, lahar batu mulai terhanyut arus seiring hujan yang mengguyur sejak Rabu pagi (10/11). Material itu mulai berguguran sekitar pukul 11.00. Dua jam setelah alat berat membersihkan material yang menutup jalan dan sungai. Selang semalam, banjir terulang dan kembali melumpuhkan akses warga. ‘’Sejak malam mulai turun lagi batunya. Pagi ini (kemarin, Red) paling parah dari sebelumnya,’’ ungkapnya, Jumat (12/11).

Baca Juga :  Tak Ada Toleransi, Jalan Tikus pun Diblokir

Melihat ancaman banjir batu yang berulang, Suwardi berharap ada penanganan jangka panjang. Dia geram lantaran empat tahun terakhir akses utama desanya kerap buntu tertutup batu. Hal itu sangat mengganggu aktivitas dan perekonomian warga. ‘’Warga dari Karanggede kalau ke kota harus lewat sini. Sekarang harus lewat jalur alternatif tepi tebing itu,’’ tunjuknya.

Suwardi cemas luapan material batu yang tak kunjung terhenti bakal membuat pendangkalan anak Grindulu di desanya kian menjadi. Terlebih, puluhan kepala keluarga (KK) tinggal di seberang sungai tak jauh dari pusatnya banjir batu tersebut. Dikhawatirkan pula tepian batas permukiman kian terkikis. ‘’Dulu sudah pernah ada yang ngungsi karena halamannya terkikis sungai,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/