alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Seharian, Pacitan Dikepung Banjir-Longsor

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Intensitas hujan yang mengguyur Pacitan kemarin (11/11) memberi dampak serius. Tak kurang dari 14 titik terdampak bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, banjir terparah terjadi di dua titik. Yakni, di Desa Pagerejo, Ngadirojo, serta Desa Belah, Donorojo. Luapan sungai di masing-masing desa itu membuat lebih dari 30 jiwa terdampak. Rata-rata tinggi muka air (TMA)-nya mencapai 20 hingga 50 sentimeter. ‘’Tidak sampai mengungsi. Begitu hujannya reda, banjir berangsur surut,’’ ujarnya.

Selain banjir, longsor juga melanda beberapa wilayah. Terparah menimpa rumah Kariyah di Dusun Jeruk, Ngumbul, Tulakan. Meski tak ada korban jiwa, guguran tebing membuat sebagian besar rumah remuk. Sebuah pohon yang tumbang turut menimpa rumah tersebut. ‘’Pohonnya cukup besar, bagian atap dan tembok banyak yang rusak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ikhtiar Pewarta Melawan Berita Dusta

Tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Rabu petang (10/11) juga mengakibatkan longsor di Desa Ngumbul. Tercatat empat rumah rusak akibat tertimpa guguran tebing. Ancaman longsor susulan patut diwaspadai. Karenanya, BPBD meminta warga mengungsi ke tempat aman. ‘’Beberapa akses jalan juga sempat tertutup longsor, tapi lekas dibersihkan karena materialnya tidak banyak,’’ jelas Didik.

BPBD telah membentuk Agen Siaga Bencana yang disiagakan di tiap kecamatan. Mereka bertugas menginventarisasi kerusakan pascabencana sekaligus menggerakkan warga agar meningkatkan kewaspadaannya. BMKG memprediksi hujan berlangsung hingga Februari 2022. Semua pihak berharap sepanjang kurun waktu itu cuaca cenderung bersahabat. Tidak diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. ”Tim ini beranggotakan personel kami dan dibantu relawan lokal. Mereka telah dibekali pengetahuan seputar bencana berikut evakuasinya,’’ tutur Didik. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Intensitas hujan yang mengguyur Pacitan kemarin (11/11) memberi dampak serius. Tak kurang dari 14 titik terdampak bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan, banjir terparah terjadi di dua titik. Yakni, di Desa Pagerejo, Ngadirojo, serta Desa Belah, Donorojo. Luapan sungai di masing-masing desa itu membuat lebih dari 30 jiwa terdampak. Rata-rata tinggi muka air (TMA)-nya mencapai 20 hingga 50 sentimeter. ‘’Tidak sampai mengungsi. Begitu hujannya reda, banjir berangsur surut,’’ ujarnya.

Selain banjir, longsor juga melanda beberapa wilayah. Terparah menimpa rumah Kariyah di Dusun Jeruk, Ngumbul, Tulakan. Meski tak ada korban jiwa, guguran tebing membuat sebagian besar rumah remuk. Sebuah pohon yang tumbang turut menimpa rumah tersebut. ‘’Pohonnya cukup besar, bagian atap dan tembok banyak yang rusak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Berani Tawar Besar, Proyek Perpusda Digaet Kontraktor Surabaya

Tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Rabu petang (10/11) juga mengakibatkan longsor di Desa Ngumbul. Tercatat empat rumah rusak akibat tertimpa guguran tebing. Ancaman longsor susulan patut diwaspadai. Karenanya, BPBD meminta warga mengungsi ke tempat aman. ‘’Beberapa akses jalan juga sempat tertutup longsor, tapi lekas dibersihkan karena materialnya tidak banyak,’’ jelas Didik.

BPBD telah membentuk Agen Siaga Bencana yang disiagakan di tiap kecamatan. Mereka bertugas menginventarisasi kerusakan pascabencana sekaligus menggerakkan warga agar meningkatkan kewaspadaannya. BMKG memprediksi hujan berlangsung hingga Februari 2022. Semua pihak berharap sepanjang kurun waktu itu cuaca cenderung bersahabat. Tidak diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. ”Tim ini beranggotakan personel kami dan dibantu relawan lokal. Mereka telah dibekali pengetahuan seputar bencana berikut evakuasinya,’’ tutur Didik. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/