alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Haram Loloskan Proyek Titipan, Kajari Pacitan Ingatkan Transparansi Lelang

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan warning penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022. Penggunaannya harus transparan, juga tepat waktu dan sasaran. Peringatan itu ditujukan bagi para pengguna anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Kejari (Kajari) Pacitan Hendri Antoro meminta para pengguna anggaran tak main-main dalam menjalankan kewenangan. Jangan sampai ada pos anggaran yang diselewengkan. Semuanya harus berjalan on the track sesuai program dan perencanaan yang telah disusun. Jangan pula terintervensi kepentingan tertentu. ‘’Pekerjaan fisik bisa dilakukan di awal tahun,’’ ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Lelang tiap proyek besar tak elok bila ditempatkan di akhir tahun. Terlebih, di pengujung tahun berbarengan dengan musim penghujan. Kendala cuaca itu dapat menghambat pekerjaan. Mengakibatkan progres penyelesaian terburu-buru sehingga mempertaruhkan kualitas bangunan. ‘’Pekerjaan tertentu butuh spare time (waktu luang, Red). Tergesa-gesa tentu bisa picu kasus (korupsi),’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kajari Pacitan: Korupsi Tak Diampuni, Restorative Justice Khusus Perkara Ringan

Hendri tak menargetkan kasus khusus di tahun ini. Dia hanya berharap tidak ada pihak yang sengaja menyalahgunakan penggunaan duit negara. Mulai pengelola kegiatan, pengguna anggaran, PPK, hingga penyedia jasa barang dan ULP. Seluruhnya diminta menjalankan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing agar terhindar dari perkara hukum. ‘’Jangan sampai ada titipan pekerjaan. Semisal ada yang tidak penuhi kualifikasi, tapi dimenangkan dalam lelang. Harus qualified (memenuhi kualifikasi, Red),’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan warning penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022. Penggunaannya harus transparan, juga tepat waktu dan sasaran. Peringatan itu ditujukan bagi para pengguna anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Kejari (Kajari) Pacitan Hendri Antoro meminta para pengguna anggaran tak main-main dalam menjalankan kewenangan. Jangan sampai ada pos anggaran yang diselewengkan. Semuanya harus berjalan on the track sesuai program dan perencanaan yang telah disusun. Jangan pula terintervensi kepentingan tertentu. ‘’Pekerjaan fisik bisa dilakukan di awal tahun,’’ ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Lelang tiap proyek besar tak elok bila ditempatkan di akhir tahun. Terlebih, di pengujung tahun berbarengan dengan musim penghujan. Kendala cuaca itu dapat menghambat pekerjaan. Mengakibatkan progres penyelesaian terburu-buru sehingga mempertaruhkan kualitas bangunan. ‘’Pekerjaan tertentu butuh spare time (waktu luang, Red). Tergesa-gesa tentu bisa picu kasus (korupsi),’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Proyeksi Pendapatan Pacitan Turun 0,74 Persen

Hendri tak menargetkan kasus khusus di tahun ini. Dia hanya berharap tidak ada pihak yang sengaja menyalahgunakan penggunaan duit negara. Mulai pengelola kegiatan, pengguna anggaran, PPK, hingga penyedia jasa barang dan ULP. Seluruhnya diminta menjalankan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing agar terhindar dari perkara hukum. ‘’Jangan sampai ada titipan pekerjaan. Semisal ada yang tidak penuhi kualifikasi, tapi dimenangkan dalam lelang. Harus qualified (memenuhi kualifikasi, Red),’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/