alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Hujan Tak Merata, Padi Terancam Mati

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ironis. Meski telah memasuki musim penghujan, sebagian petani Pacitan mengeluh kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya, terutama sawah tadah hujan. ‘’Soalnya hujan tidak merata,’’ kata Sunardi, petani Dusun Krajan, Desa Gasang, Tulakan, Rabu (12/2).

Sunardi menyebut, sawah miliknya baru ditanami padi sekitar dua pekan lalu. Penanaman itu terbilang terlambat. Pun, kini terancam mati lantaran hujan tidak kunjung turun. ‘’Di sini nggak bisa pakai diesel,’’ ujarnya.

Menurut Sunardi, dusunnya jauh dari sungai. Sementara, pembuatan sumur bor tidak memungkinkan.  Pun, dia mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya. Sewa traktor untuk membajak sawah, misalnya, tarifnya Rp 500 ribu per tiga jam. ‘’Itu belum termasuk biaya tanam,’’ tuturnya. (mg2/c1/isd)

Baca Juga :  Bupati Pacitan Dua Hari Ngantor di Kecamatan Bandar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ironis. Meski telah memasuki musim penghujan, sebagian petani Pacitan mengeluh kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya, terutama sawah tadah hujan. ‘’Soalnya hujan tidak merata,’’ kata Sunardi, petani Dusun Krajan, Desa Gasang, Tulakan, Rabu (12/2).

Sunardi menyebut, sawah miliknya baru ditanami padi sekitar dua pekan lalu. Penanaman itu terbilang terlambat. Pun, kini terancam mati lantaran hujan tidak kunjung turun. ‘’Di sini nggak bisa pakai diesel,’’ ujarnya.

Menurut Sunardi, dusunnya jauh dari sungai. Sementara, pembuatan sumur bor tidak memungkinkan.  Pun, dia mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya. Sewa traktor untuk membajak sawah, misalnya, tarifnya Rp 500 ribu per tiga jam. ‘’Itu belum termasuk biaya tanam,’’ tuturnya. (mg2/c1/isd)

Baca Juga :  Pacitan Diguncang Gempa Dua Kali dalam 15 Menit

Most Read

Artikel Terbaru

/