alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Dinkes Pacitan Tes Acak Seratusan Guru, Siswa, dan Mahasiswa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sebulan jalan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mulai melakukan sampling acak. Seratusan siswa dan guru di-sampling rapid test antigen. ‘’Kami ambil 110 sampel dari 10 lembaga pendidikan di wilayah kota. Tiap lembaga dites acak 11 orang, baik guru, siswa, maupun mahasiswa,’’ kata Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka, Rabu (13/10).

Sepuluh lembaga itu antara lain SMPN 1, SMKN 1, dan AKN Pacitan. Rapid test sejak 4 hingga 8 Oktober tersebut nihil temuan kasus positif. Seratusan peserta yang dites acak dinyatakan sehat dan tetap dapat melanjutkan aktivitas pendidikannya. ‘’Kami juga arahkan puskesmas untuk sampling acak di kecamatannya masing-masing,’’ terangnya.

Baca Juga :  Minim Cemara Udang Penghalau Gelombang Tsunami di Pacitan

Hendra menegaskan, rapid test acak bakal dilakukan secara berkala. Tak hanya sekali ini. Meski kurva sebaran korona melandai, potensi penularan di tempat umum tetap harus diwaspadai. ‘’Kami berharap prokes tetap ditaati, karena ini kunci terbaik mencegah munculnya klaster penularan di lingkungan pendidikan,’’ imbaunya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sebulan jalan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mulai melakukan sampling acak. Seratusan siswa dan guru di-sampling rapid test antigen. ‘’Kami ambil 110 sampel dari 10 lembaga pendidikan di wilayah kota. Tiap lembaga dites acak 11 orang, baik guru, siswa, maupun mahasiswa,’’ kata Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka, Rabu (13/10).

Sepuluh lembaga itu antara lain SMPN 1, SMKN 1, dan AKN Pacitan. Rapid test sejak 4 hingga 8 Oktober tersebut nihil temuan kasus positif. Seratusan peserta yang dites acak dinyatakan sehat dan tetap dapat melanjutkan aktivitas pendidikannya. ‘’Kami juga arahkan puskesmas untuk sampling acak di kecamatannya masing-masing,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pool-test Hafidz

Hendra menegaskan, rapid test acak bakal dilakukan secara berkala. Tak hanya sekali ini. Meski kurva sebaran korona melandai, potensi penularan di tempat umum tetap harus diwaspadai. ‘’Kami berharap prokes tetap ditaati, karena ini kunci terbaik mencegah munculnya klaster penularan di lingkungan pendidikan,’’ imbaunya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/