alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemkab Pacitan Tak Berdaya Lebarkan Akses ke Pantai Watukarung

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keindahan alam Pantai Watukarung seolah terkurung. Betapa tidak, akses jalan sepanjang 13 kilometer menuju pantai itu terlampau sempit. Saat liburan, banyak kendaraan roda empat tak leluasa berpapasan.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengamini kondisi akses wisata dari jalur lintas selatan (Desa Dadapan) ke Pantai Watukarung tersebut. Keberadaannya sudah lama dikeluhkan wisatawan. ‘’Pelebaran sebenarnya bisa, tapi masalahnya di anggaran,’’ ujarnya, Selasa (14/6).

Suparlan menyebutkan, butuh duit miliaran untuk permak jalan wisata tersebut. Pemkab pernah mengajukan perbaikannya ke pemprov. Lantaran statusnya jalan kabupaten, usulan itu ditolak. ‘’Harus pakai dana dari kabupaten, tapi nggak ada,’’ ungkapnya.

DPUPR menyiasati keterbatasan anggaran itu dengan menambah tempat persimpangan. Bisa dengan memangkas beberapa tebing di tepi jalur yang cukup rawan. Ditambah penempatan beberapa rambu peringatan guna menekan risiko kecelakaan. ‘’Akan kami pasangi cermin cembung, khususnya di tanjakan yang menikung. Kontur jalan seperti itu sangat rawan, terutama bagi pengendara luar daerah yang belum hafal medan,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Baca Juga :  Bayi Berusia Lima Bulan Terinfeksi Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keindahan alam Pantai Watukarung seolah terkurung. Betapa tidak, akses jalan sepanjang 13 kilometer menuju pantai itu terlampau sempit. Saat liburan, banyak kendaraan roda empat tak leluasa berpapasan.

Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengamini kondisi akses wisata dari jalur lintas selatan (Desa Dadapan) ke Pantai Watukarung tersebut. Keberadaannya sudah lama dikeluhkan wisatawan. ‘’Pelebaran sebenarnya bisa, tapi masalahnya di anggaran,’’ ujarnya, Selasa (14/6).

Suparlan menyebutkan, butuh duit miliaran untuk permak jalan wisata tersebut. Pemkab pernah mengajukan perbaikannya ke pemprov. Lantaran statusnya jalan kabupaten, usulan itu ditolak. ‘’Harus pakai dana dari kabupaten, tapi nggak ada,’’ ungkapnya.

DPUPR menyiasati keterbatasan anggaran itu dengan menambah tempat persimpangan. Bisa dengan memangkas beberapa tebing di tepi jalur yang cukup rawan. Ditambah penempatan beberapa rambu peringatan guna menekan risiko kecelakaan. ‘’Akan kami pasangi cermin cembung, khususnya di tanjakan yang menikung. Kontur jalan seperti itu sangat rawan, terutama bagi pengendara luar daerah yang belum hafal medan,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Baca Juga :  Amankan 96 Liter Oplosan

Most Read

Artikel Terbaru

/