alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

62 Peserta Tidak Lolos Passing Grade

PACITAN – Permohonan penurunan passing grade hasil tes penerimaan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Bupati Pacitan Indartato belum ditanggapi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Hingga kini, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan masih menunggu. ‘’Mudah-mudahan belum saja,’’ kata Plt Kepala BKPPD Pacitan Sakundoko kemarin (14/3).

Dia berharap masih ada kemungkinan penurunan passing grade. Sakundoko pun kerap konfirmasi ke Kemen PAN-RB meski hasilnya masih nihil. Harapannya, permohonan disetujui mengingat kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Pacitan masih tinggi. ‘’Mudah-mudahan bisa diterima,’’ ujarnya.

Sakundoko menyebut, terdapat 62 CPPPK yang gagal melalui passing grade. Seluruhnya dari tenaga honorer kategori dua (THK-2). Sedangkan yang lolos 191 CPPPK. Masing-masing dari THK-2 dan penyuluh pertanian. ‘’Itu hasil tes pada 23 Februari lalu yang diikuti 253 peserta,’’ sebutnya.

Menurut dia, jumlah tersebut bukan hasil final kelulusan tes CPPPK. Pasalnya, pengumuman hasil tes masih menunggu keputusan Kemen PAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, kebijakan lainnya diperkirakan masih terbuka lebar mengingat banyak desakan dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Telaga Wahyu Bakal Dilengkapi Kolam Renang

Sakundoko tidak tahu pasti penyebab banyaknya CPPPK yang gagal melalui passing grade. Menurut dia, berbagai kemungkinan muncul. Di antaranya soal ujian yang memang sulit, penguasaan informasi teknologi (IT), hingga kondisi psikologi CPPPK yang sebagian di antaranya berusia 50 tahun lebih. ‘’Kebanyakan pesertanya memang usianya 35 tahun ke atas,’’ tambahnya.

Terkait nasib 62 CPPPK yang belum lolos itu, pihaknya berdoa agar permohonan penurunan passing grade dikabulkan. Atau ada kebijakan lain yang mampu mengakomodasi mereka. Pertimbangannya, pengabdian mereka sudah lama dan kebutuhan ASN yang urgen. ‘’Apakah nantinya diikutkan pada penerimaan tahap berikutnya, kami juga belum tahu. Menunggu pusat,’’ terangnya. (odi/c1/sat)

PACITAN – Permohonan penurunan passing grade hasil tes penerimaan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) Bupati Pacitan Indartato belum ditanggapi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Hingga kini, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan masih menunggu. ‘’Mudah-mudahan belum saja,’’ kata Plt Kepala BKPPD Pacitan Sakundoko kemarin (14/3).

Dia berharap masih ada kemungkinan penurunan passing grade. Sakundoko pun kerap konfirmasi ke Kemen PAN-RB meski hasilnya masih nihil. Harapannya, permohonan disetujui mengingat kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Pacitan masih tinggi. ‘’Mudah-mudahan bisa diterima,’’ ujarnya.

Sakundoko menyebut, terdapat 62 CPPPK yang gagal melalui passing grade. Seluruhnya dari tenaga honorer kategori dua (THK-2). Sedangkan yang lolos 191 CPPPK. Masing-masing dari THK-2 dan penyuluh pertanian. ‘’Itu hasil tes pada 23 Februari lalu yang diikuti 253 peserta,’’ sebutnya.

Menurut dia, jumlah tersebut bukan hasil final kelulusan tes CPPPK. Pasalnya, pengumuman hasil tes masih menunggu keputusan Kemen PAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, kebijakan lainnya diperkirakan masih terbuka lebar mengingat banyak desakan dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Upaya PJB PLTU Pacitan Terapkan Metode Co-firing

Sakundoko tidak tahu pasti penyebab banyaknya CPPPK yang gagal melalui passing grade. Menurut dia, berbagai kemungkinan muncul. Di antaranya soal ujian yang memang sulit, penguasaan informasi teknologi (IT), hingga kondisi psikologi CPPPK yang sebagian di antaranya berusia 50 tahun lebih. ‘’Kebanyakan pesertanya memang usianya 35 tahun ke atas,’’ tambahnya.

Terkait nasib 62 CPPPK yang belum lolos itu, pihaknya berdoa agar permohonan penurunan passing grade dikabulkan. Atau ada kebijakan lain yang mampu mengakomodasi mereka. Pertimbangannya, pengabdian mereka sudah lama dan kebutuhan ASN yang urgen. ‘’Apakah nantinya diikutkan pada penerimaan tahap berikutnya, kami juga belum tahu. Menunggu pusat,’’ terangnya. (odi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/