alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Pacitan Rentan Terpapar Pseudo-Hepatitis

PACITAN, Jawa Pos Radar MadiunTraffic pertemuan orang di Pacitan sepanjang libur Lebaran cukup tinggi. Boleh dibilang, setara dengan daerah pariwisata populer lainnya. Seperti Malang, Jogjakarta, dan Bali.

Kalangan dewan merisaukan situasi itu bakal membuat Pacitan menjadi klaster penularan Covid-19 yang sampai kini belum dinyatakan berakhir. Sekaligus rentan terpapar penyakit misterius menyerupai (pseudo) hepatitis yang mulai menjangkiti warga di beberapa daerah.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko mengingatkan pemkab agar tak apatis dengan setiap ancaman virus dan penyakit membahayakan. Meski sebarannya kini baru di taraf nasional, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Jangan sampai kabupaten di ujung selatan Jawa ini terlambat mengantisipasi. Berbeda dengan korona, pseudo-hepatitis sejauh ini cenderung menyerang anak-anak. ‘’Jangan sampai muncul baru bergerak,’’ tegurnya.

Baca Juga :  Dishub Pacitan Ikut Turun Tangan Urai Simpul Kemacetan

Rudi berharap protokol kesehatan kembali diperketat. Mengajak masyarakat membiasakan kembali mengenakan masker dan mencuci tangan di setiap kesempatan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan. Sebab, penyakit berbahaya yang belum sepenuhnya terdeteksi entitasnya itu bersumber dari higienitas dan pola makanan. ‘’Sarana dan tenaga kesehatan harus ditingkatkan. Sosialisasi terus digalakkan hingga ke desa-desa,’’ tegasnya.

Rudi mengingatkan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karenanya, kesiapsiagaan patut dilaksanakan di seluruh sektor masyarakat. Baik di pusat perekonomian seperti pasar tradisional maupun sektor pendidikan di sekolah-sekolah. Dewan segera memanggil dinas kesehatan (dinkes) dan dinas pendidikan (dindik) guna mengetahui persis segala kesiapan antisipasi yang telah dilakukan sejauh ini. ‘’Semoga penyakit misterius ini tidak sampai masuk ke Pacitan,’’ harapnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar MadiunTraffic pertemuan orang di Pacitan sepanjang libur Lebaran cukup tinggi. Boleh dibilang, setara dengan daerah pariwisata populer lainnya. Seperti Malang, Jogjakarta, dan Bali.

Kalangan dewan merisaukan situasi itu bakal membuat Pacitan menjadi klaster penularan Covid-19 yang sampai kini belum dinyatakan berakhir. Sekaligus rentan terpapar penyakit misterius menyerupai (pseudo) hepatitis yang mulai menjangkiti warga di beberapa daerah.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko mengingatkan pemkab agar tak apatis dengan setiap ancaman virus dan penyakit membahayakan. Meski sebarannya kini baru di taraf nasional, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Jangan sampai kabupaten di ujung selatan Jawa ini terlambat mengantisipasi. Berbeda dengan korona, pseudo-hepatitis sejauh ini cenderung menyerang anak-anak. ‘’Jangan sampai muncul baru bergerak,’’ tegurnya.

Baca Juga :  Puluhan Paket Pekerjaan Tak Kunjung Dilelang

Rudi berharap protokol kesehatan kembali diperketat. Mengajak masyarakat membiasakan kembali mengenakan masker dan mencuci tangan di setiap kesempatan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan. Sebab, penyakit berbahaya yang belum sepenuhnya terdeteksi entitasnya itu bersumber dari higienitas dan pola makanan. ‘’Sarana dan tenaga kesehatan harus ditingkatkan. Sosialisasi terus digalakkan hingga ke desa-desa,’’ tegasnya.

Rudi mengingatkan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karenanya, kesiapsiagaan patut dilaksanakan di seluruh sektor masyarakat. Baik di pusat perekonomian seperti pasar tradisional maupun sektor pendidikan di sekolah-sekolah. Dewan segera memanggil dinas kesehatan (dinkes) dan dinas pendidikan (dindik) guna mengetahui persis segala kesiapan antisipasi yang telah dilakukan sejauh ini. ‘’Semoga penyakit misterius ini tidak sampai masuk ke Pacitan,’’ harapnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/