alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Pagebluk PMK Berpotensi Rusak Ekonomi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sungguh celaka bila wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak kunjung sirna. Hari-hari ini hingga Idul Adha nanti menjadi momen penting bagi pelaku perdagangan hewan ternak. Jika pagebluk ini berkepanjangan, selain merusak harga pasaran hewan ternak, juga bakal membuat orang takut berkurban.

Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo mengatakan, masifnya persebaran wabah PMK berdampak serius terhadap perekonomian daerah. Meski penyakit ini tak menular ke manusia, sapi yang terjangkit PMK bakal jatuh harga. ‘’Isu PMK berpotensi mengganggu pasar sapi. Apalagi kalau nanti benar-benar masuk Pacitan,’’ ujarnya, Minggu (15/5).

Sunaryo berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan sigap melakukan pencegahan. Minimal menjaring sapi yang keluar-masuk di perbatasan. Selain mencegah terjadinya penularan di kabupaten, cara tersebut diharapnya bakal meningkatkan kepercayaan masyarakat. Terlebih, perputaran hewan ternak di Pacitan terbilang tinggi di Jawa Timur. ‘’Kalau ada virus masuk, kita prediksi bisa sepi. Jadi, harus diantisipasi sedini mungkin,’’ tegas mantan Kadinsos itu.

Baca Juga :  Skrining Ketat Sapi Masuk ke Pacitan

Di Pacitan, terdapat beberapa pasar hewan yang tetap beroperasi sampai kini. Antara lain, Pasar Pon, Pasar Punung, Pasar Tulakan, dan Pasar Tegalombo. Pasar Pon di Semanten menjadi pusat perdagangan hewat teramai di Pacitan. Saban hari pasaran, ratusan ekor sapi keluar-masuk dari kawasan perdagangan tersebut. ‘’Kami pun berupaya membantu pencegahan agar peternak nyaman berdagang,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sungguh celaka bila wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak kunjung sirna. Hari-hari ini hingga Idul Adha nanti menjadi momen penting bagi pelaku perdagangan hewan ternak. Jika pagebluk ini berkepanjangan, selain merusak harga pasaran hewan ternak, juga bakal membuat orang takut berkurban.

Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo mengatakan, masifnya persebaran wabah PMK berdampak serius terhadap perekonomian daerah. Meski penyakit ini tak menular ke manusia, sapi yang terjangkit PMK bakal jatuh harga. ‘’Isu PMK berpotensi mengganggu pasar sapi. Apalagi kalau nanti benar-benar masuk Pacitan,’’ ujarnya, Minggu (15/5).

Sunaryo berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan sigap melakukan pencegahan. Minimal menjaring sapi yang keluar-masuk di perbatasan. Selain mencegah terjadinya penularan di kabupaten, cara tersebut diharapnya bakal meningkatkan kepercayaan masyarakat. Terlebih, perputaran hewan ternak di Pacitan terbilang tinggi di Jawa Timur. ‘’Kalau ada virus masuk, kita prediksi bisa sepi. Jadi, harus diantisipasi sedini mungkin,’’ tegas mantan Kadinsos itu.

Baca Juga :  Nenek di Pacitan Ini Batal Berangkat Haji Setelah 11 Tahun Menanti

Di Pacitan, terdapat beberapa pasar hewan yang tetap beroperasi sampai kini. Antara lain, Pasar Pon, Pasar Punung, Pasar Tulakan, dan Pasar Tegalombo. Pasar Pon di Semanten menjadi pusat perdagangan hewat teramai di Pacitan. Saban hari pasaran, ratusan ekor sapi keluar-masuk dari kawasan perdagangan tersebut. ‘’Kami pun berupaya membantu pencegahan agar peternak nyaman berdagang,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/