alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Pemkab Pacitan Cari Akal Tuntaskan Banjir Lokal

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan yang mengguyur seputaran kota sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan protokol tergenang. Meliputi Panglima Sudirman, Imam Bonjol, S. Parman, hingga ruas Jalan Letjen Suprapto. Meski genangan berangsur surut tak lebih dari pukul 08.00, namun cukup mengganggu aktivitas masyarakat Pacitan.

Plt Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan  bahwa genangan air dipicu  tingginya curah hujan. Pun, luas penampang sungai tak kuat menampung air. Rata-rata mengalami pendangkalan akibat tebalnya sedimentasi lumpur. Ditambah masalah sampah yang menyangkut di beberapa pintu air. ”Seperti kapasitas bosem Pucangsewu yang sudah melebihi ambang batas normal,” ujarnya, Rabu (16/2).

Suparlan menyebut, pembaruan masterplan penanganan banjir perkotaan telah memasuki tahap studi kajian mitigasi. Upaya itu telah dimulai 2021 dan dilanjutkan tahun ini dengan support Rp 100 juta. Support anggaran itu tergolong paket hemat (pahe) karena seharusnya butuh miliaran. ”Semoga dengan pahe ini sudah bisa terlihat hasilnya,’’ harap sekretaris DPUPR itu.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Pacitan Tak Ngoyo Beli Mobdin Baru

Rencananya, masterplan banjir kota bakal fokus pekerjaan ringan. Mulai perawatan hingga penataan saluran. Memastikan seluruh selokan dan irigasi wilayah kota berfungsi maksimal. Sejauh ini masih didapati beberapa saluran  kurang berfungsi. ‘’Seperti di samping perpus lama itu, alirannya tidak maksimal karena banyak sampah. Juga ada pintu aliran lain yang kalau kita buka justru membanjiri sawah warga,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan yang mengguyur seputaran kota sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan protokol tergenang. Meliputi Panglima Sudirman, Imam Bonjol, S. Parman, hingga ruas Jalan Letjen Suprapto. Meski genangan berangsur surut tak lebih dari pukul 08.00, namun cukup mengganggu aktivitas masyarakat Pacitan.

Plt Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan  bahwa genangan air dipicu  tingginya curah hujan. Pun, luas penampang sungai tak kuat menampung air. Rata-rata mengalami pendangkalan akibat tebalnya sedimentasi lumpur. Ditambah masalah sampah yang menyangkut di beberapa pintu air. ”Seperti kapasitas bosem Pucangsewu yang sudah melebihi ambang batas normal,” ujarnya, Rabu (16/2).

Suparlan menyebut, pembaruan masterplan penanganan banjir perkotaan telah memasuki tahap studi kajian mitigasi. Upaya itu telah dimulai 2021 dan dilanjutkan tahun ini dengan support Rp 100 juta. Support anggaran itu tergolong paket hemat (pahe) karena seharusnya butuh miliaran. ”Semoga dengan pahe ini sudah bisa terlihat hasilnya,’’ harap sekretaris DPUPR itu.

Baca Juga :  Genjot Vaksinasi, PPNI Pacitan Bagikan Minyak Goreng Gratis

Rencananya, masterplan banjir kota bakal fokus pekerjaan ringan. Mulai perawatan hingga penataan saluran. Memastikan seluruh selokan dan irigasi wilayah kota berfungsi maksimal. Sejauh ini masih didapati beberapa saluran  kurang berfungsi. ‘’Seperti di samping perpus lama itu, alirannya tidak maksimal karena banyak sampah. Juga ada pintu aliran lain yang kalau kita buka justru membanjiri sawah warga,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/